Teluk Jakarta, 80 Persen Pencemaran oleh Sampah dari Darat

Jakarta, Kompas – Perairan Teluk Jakarta termasuk paling kotor di dunia. Penyebab pencemaran itu sebagian besar atau sekitar 80 persen berasal dari daratan, terutama akibat sampah dan limbah cair yang mengalir melalui 13 sungai ke teluk. Saatnya kini harus ada suatu rencana strategis mitigasi pencemaran guna mengatasi problem lingkungan di laut.

Masalah itu terungkap dalam pertemuan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas mitigasi pencemaran teluk di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (31/5).

Pertemuan tersebut digagas Direktorat Pesisir dan Lautan pada Departemen Perikanan dan Kelautan, serta Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Subandono Diposaptono, Kasubdit Mitigasi Bencana dan Pencemaran Lingkungan pada Direktorat Pesisir dan Lautan Departemen Kelautan dan Perikanan, menyebutkan, perairan Teluk Jakarta termasuk salah satu paling kotor di dunia. “Teluk paling kotor, mungkin berada di urutan ketiga di dunia,” katanya.

Subandono mengajak masyarakat luas untuk menciptkan budaya bersih, sehat, produktif, dan aman untuk kawasan pesisir. Dr Ario Damar dari PKSPL IPB, yang memandu jalannya pertemuan serta diskusi, menjelaskan, pertemuan membahas mitigasi pencemaran Teluk Jakarta ini yang ketiga.

“Dari pertemuan sebelumnya sudah dirumuskan 11 isu penting terkait program mitigasi pencemaran teluk, yang terbagi dalam tiga kelompok isu. Tiga kelompok itu ialah mengenai lingkungan dan teknologi, kelembagaan, dan sosial ekonomi,” ungkap Ario, saat menjelaskan mengapa perlu rencana strategis mitigasi pencemaran teluk.

Isu terkait persoalan kelembagaan, misalnya, tentang lemahnya penegakan hukum lingkungan, kurangnya komitmen antarlembaga, serta kurangnya komunikasi antarsektor terkait.

Sedangkan isu terkait teknologi, misalnya, degradasi fisik habitat, pencemaran perairan, pencemaran dari daratan, dan kurangnya prasarana dan sarana IPAL.

Sekalipun demikian, pencemaran yang berasal dari daratan atau land base pollution menyumbang 80 persen terhadap pencemaran perairan teluk. Baik akibat bahan organik, bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti logam dan pestisida, pencemaran minyak dan sedimen, pencemaran organisme patogen dan eksotik, serta detergen. (CAL)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/02/metro/3570312.htm

About these ads