UNFPA provides assistance to flood affected people

JAKARTA, Indonesia – The United Nations Population Fund (UNFPA) has allocated on Friday US$96.000 for its response to floods in Jakarta and surrounding areas. As its immediate assistance, UNFPA sends today 800 of 8300 various personal hygiene kits for distribution to heavily affected people in temporary settlements scattered across the capital.

The personal hygiene kits will be distributed through the Crisis Management Centre organized by the Department of Health.

Specially designed for specific target groups, the kits consist of 1600 personal hygiene kits for pregnant women, 1550 kits for women after childbirth and 1500 kits for newborns and 3650 for women at reproductive age (15-49 year old). The hygiene kit for women at reproductive age consists of shirt, underwear, sanitary napkin and bathing items, among others. These specific groups have specific needs that are often neglected in times of crisis and failures to meet these needs can compromise their overall wellbeing.

“Currently UNFPA is in close coordination with the Ministry of Health, assessing reproductive health needs for affected Jakartans,” said Dr. Zahidul Huque, UNFPA Representative in Indonesia.

The flood that inundates parts of Jakarta and greater Jakarta area in the past 7 days has claimed the lives of 52 people and according to flood information center “Posko Banjir DKI Jakarta”, forced around 386,678 people to seek shelters in nearby temporary settlements. While the water starts receding since Wednesday, community members are told to remain alert for possible upcoming floods as the Meteorology and Geophysics Agency predicts that heavy rains will continue over the next few days.

For further information, please contact:

Rosilawati Anggraini
Humanitarian Officer
HP: 0812 1068 332

Maria Endah Hulupi
Communications Officer
HP: 0812 1115 116


Dear colleagues

As of Friday ASB received confirmation of Euro100,000 from the German Ministry of Foreign Affairs (in addition to ASB own funds) for NFI distribution in Jakarta.

Distributions begin Mon 12.2.07 and will be in the form of ‘starter kits’ of quality NFI items including:

Shelter related items (inc. tarpaulins, blankets)
Clothing items
Mosquito-borne disease prevention items (nets & lotions)
First Aid kits
Hygeine kits
Water storage items
Household/Kitchen kits
Tools/Clean-up items

Distributions 12.2.07, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Further distributions planned this week for S in Pasar Minggu and also Tebet, S Jakarta. Exact locations TBC.

If any colleagues are also intending to work/or working in these areas, coordination with either myself (contacts below) or Didi Novrian (081 227 31956) in Jakarta would be very much appreciated.

Best wishes


Alex J Robinson
Programme Manager Indonesia
Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) Deutschland e.V
Jl. Sukoharjo 136B, Condong Catur, Yogyakarta 55283
Tel (Fax): +62 (0)274 881240
Tel: +62(0)274 446 3396
HP/Mob: +62 (0)81 392 378440
Skype: alexjrobinson

sumber: Alex Robinson (

Money on the way for flood victims in Indonesia

Commission INDONESIA
10 February 2007 – Issue : 716

The European Commission on February 7 said it was sending some 600,000 Euro in emergency aid to help the victims of ongoing floods in Indonesia’s capital, Jakarta. EU funds will be used to provide some 340,000 most affected people with food, clean water, emergency shelter and health services.

The commission said that it was concerned about epidemic disease outbreaks due to the consumption and usage of contaminated water. More than 73,000 houses were inundated and clean water supplies have been cut to about 500,000 people, it warned. Help projects will be carried out by international humanitarian workers on the ground, the EU executive said.

The EU’s decision came as the death toll from massive floods in Jakarta rose to 44 on February 6 as 12 people were killed in neighbouring Banten and West Java provinces when heavy rains triggered a landslide and flash floods.

The floods began February 1 after torrential monsoon rains submerged up to 75 percent of the city and displaced more than 340,000 people in the greater Jakarta region, where more than 18 million live.


UNHCR Bantu Korban Banjir di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia senilai 25.000 dolar Amerika Seikat (AS) atau setara Rp226 juta untuk penanganan korban banjir di Jakarta, kata Kepala UNHCR di Indonesia, Robert Ashe.

UNHCR menyerahkan bantuan tersebut melalui Kantor Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB) di Jakarta, Jumat (9/2), demikian pernyataan pers Kantor Perwakilan UNHCR Jakarta.

UNHCR menyatakan, badan tersebut tidak lazim memberikan bantuan pada korban bencana alam, namun dengan alasan kemanusiaan dan juga kebijakan Pemerintah Indonesia yang dinilai telah mengambil langkah yang baik, maka UNHCR memberikan bantuan tersebut sebagai sikap simpati dan solidaritas atas korban banjir di Jakarta.

Dari data pusat krisis Pemprov DKI Jakarta hingga Jumat (9/2) pagi, sejumlah kawasan di Jakarta masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Dari 44 kecamatan di DKI Jakarta, 25 diantaranya masih terendam hingga Jumat (9/2) pukul 06.00 WIB dan jumlah pengungsi mencapai 208.000 jiwa. (*)

Copyright © 2006 ANTARA


Australia akan Tambah Bantuan Korban Banjir

Jakarta, CyberNews. Pemerintah Australia menambah komitmennya untuk membantu korban banjir di Jakarta dengan mengumumkan akan meningkatkan bantuan tanggap darurat menjadi sebesar 250.000 dolar AS.

Dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Jumat malam, Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer menyatakan Australia akan menambah bantuan sebesar 100.000 dolar AS dalam bentuk makanan darurat bagi para korban banjir di Jakarta.

Senin (5/2) Duta Besar Australia menyatakan adanya bantuan awal sebesar 150.00 dolar AS dalam bentuk paket makanan darurat dan paket higinis yang disalurkan melalui Palang Merah Indonesia.

“Tambahan sumbangan yang diumumkan pada Jumat (9/2) akan memungkinkan pengiriman secara cepat bantuan makanan dalam bentuk biskuit dan mie instan ke ribuan korban banjir di Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan, diharapkan bantuan makanan yang disalurkan melalui program pangan dunia akan dibagikan dalam jangka waktu 24 jam yang akan datang.

Dari 44 kecamatan di DKI Jakarta, 25 diAntaranya masih terendam hingga pukul 06.00 WIB. Di wilayah Jakarta Utara seluruh enam kecamatan masih terendam banjir. Ketinggian air paling parah terjadi di Penjaringan Antara 20 cm sampai 150 cm.

Sedangkan Kecamatan Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing dan Kelapa Gading ketinggian air masih berkisar Antara 5 cm hingga 100 cm.

Di kawasan Jakarta Timur terdapat enam kecamatan yang masih tergenang dengan ketinggian Antara 10 cm hingga 75 cm yaitu di Jatinegara, Duren Sawit, Pulogadung, Cakung dan Makassar.

Sementara di Jakarta Selatan, delapan dari sepuluh kecamatan masih terendam dengan ketinggian air rata-rata 10 cm hingga 70 cm. Daerah yang paling parah adalah Kecamatan Pancoran dengan ketinggian 20 cm hingga 70 cm.

Wilayah tersebut adalah Kecamatan Mampang Prapatan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Cilandak, Pasar Minggu dan Pesanggrahan dengan ketinggian 10 cm hingga 300 cm.

Untuk Jakarta Barat dari delapan kecamatan yang ada, lima diAntaranya masih ada genangan air dengan ketinggian 15 cm hingga 200 cm. Wilayah tersebut adalah Cengkareng, Kalideres, Kebon Jeruk, Kembangan dan Grogol Petamburan.

Sedangkan Jakarta Pusat genangan masih ada di Tanah Abang dengan ketinggian 10 cm hingga 250 cm. Hingga Jumat (9/2) pukul 06.00 WIB jumlah pengungsi mencapai 208.000 jiwa.
( ant/Cn08 )

sumber:, Sabtu, 10 Februari 2007 : 11.55 WIB

And now the mud… (Posko Klub Frisbee Jakarta/Sanggar Alam Kita)

We received an extra Rp. 1.25 million in pledges so last night I went and bought some more supplies and Ardy came out to my place last night on a motorbike to pick up donations. I only ended up spending Rp. 465,000 because that was all that would fit on the motorbike, so we still have some more thinking to do.

In fact, Ardy said that there were still some shortages of food, so the total haul last night was 1 box of instant noodles, 40 packets of biscuits, 8 x 50 packets of sanitary pads, and 10 tubs of antiseptic towelettes. We also got some extra in-kind donations of new clothes, and more sanitary pads.

Apparently the water has all subsided now, but people are still homeless as there is a foot of mud (filled with rubbish) caking the floors of their homes. Mattresses, clothes, school uniforms, books, furniture, (the list goes on) are all destroyed.

We had a whole lot more rain last night, but the water doesn’t seem to have risen much, while people still need everything they needed over the past week, they now also need shovels, gumboots, wheelbarrows, and equipment to clean out their houses… I think we’re going to need help from an NGO for this… Any takers? I spoke to someone from an NGO that I met in Jogja after the earthquake last year, so we’ll see if anything materialises…

sumber:, Thursday, February 08, 2007

Relawan Posko Klub Frisbee Jakarta/Sanggar Alam Kita
Posko Klub Frisbee Jakarta/Sanggar Alam Kita

Quick update (Posko Klub Frisbee Jakarta/Sanggar Alam Kita)

Despite raining all of last night, it seems as though the waters haven’t risen, although they haven’t really subsided either. No one has moved back home yet, and Deni’s grandmother is still stranded…

Food needs seem to be covered for the time being, and free health clinics are taking care of most of the health problems that people are encountering. Ardy feels that the number one priority now is still clothes and blankets. People literally ran out of their houses with nothing more than the clothes on their backs and after swimming through the floodwaters and then sleeping in those clothes for 5 days straight (and counting) skin ailments are starting to cause trouble. There is also still a shortage of women’s sanitary products, bandages, and wound cleaning solution.

Just in case anyone wants to head out there to donate, Ardy has set up a Posko at the following address in cooperation with Sanggar Alam Kita, a theatre club he is also involved in:

Posko Klub Frisbee Jakarta/Sanggar Alam Kita
Jl. Kampung Melayu Kecil 5
RT 14/RW 10 No. 1
Kampung Melayu

If you need directions call Ardy on +62856 9363 3125 (Indonesian), Rian +62813 1827 4323 (Indonesian) or me at +62816 138 1077 (English/Indonesian).

If anyone wants to come out with me, I’ll hopefully head out there again tomorrow evening, but it’s unlikely that I’ll make it there before sundown.

PS – Cybermap ( is how I find obscure streets in Jakarta, print off the map there before you go.

sumber:, Thursday

Kampung Melayu Floods (Posko Klub Frisbee Jakarta/Sanggar Alam Kita)

Despite the fact that it had been flooded since Thursday night and it was Sunday when we visited, some people were still being rescued from their houses in rubber rafts. Apparently this family had been forced to drink the flood waters while waiting for rescue.

For those that have just joined us, Jakarta has been receiving enormous amounts of rain over the last few days, newspapers around the world are reporting figures of 60-70% of Jakarta being flooded, with 40cm (almost a foot and a half) of rain having fallen on Thursday night/Friday morning alone. The worst hit area of Jakarta is Kampung Melayu, and the worst hit neighbourhood in Kampung Melayu just happens to be Poncol, where most of the core members of KFJ reside.

The field Discindo plays on on Sunday afternoons tends to turn to a big swamp if there’s even a little bit of rain, let alone the torrential downpours that we’ve been having over the last few days. With this in mind, Discindo felt that it was better to use the money that we normally paid for the field in Senayan to buy emergency supplies for the families affected by the severe flooding in Kampung Melayu; in addition to this, pledges from a few generous members brought the total donated up to Rp. 2.1 million (around US$200)

Rp. 2.1 million may not seem like a lot of money, and its not compared to the scale of the disaster, but you can buy a surprising amount of stuff for it. In fact, our main concern was how to get the most value for the victims that would still fit in a taxi. We ended up spending Rp. 700,000 on basic medical supplies, Rp. 200,000 food, and the rest in cash donations to be used as Ardy and the kids that I gave it to felt best.

The medical supplies we gave included

* 13 bottles of betadine, 4 bottles of antiseptic solution, cotton wool, plasters, and q-tips for cleaning wounds;
* A few hundred sachets of Pharolit (rehydration salts for diarrhea), a few hundred blister packs of Diapet (over-the-counter diarrhea medication);
* 16 tubes of Autan (mosquito repellent);
* 10 packs of sanitary pads; and
* a few hundred blister packs of generic paracetamol tablets to reduce fever.

We would have bought much more of a lot of those things (sanitary pads, and Pharolit in particular), but it was a relatively small chemist and we cleared them out.

The stuff we gave was really just basic hygiene stuff, although, in these situations, the local knowledge of these sorts of things is really less than satisfactory. When I was telling the kids to go and get any wound cleaned up, no matter how small, because the water was absolutely filthy and they could get horrible infections, they all proudly showed me their open sores that they had been swimming around in the water with for the past 3 days. Also, for those not keeping up with the local news at the moment, the newspapers in the weeks leading up to this flooding had been filled with stories of outbreaks of Dengue Fever. With all this standing water around, people going hungry and lacking sleep immune systems are going to be low so we thought the medical supplies would be the best way to go.

So, I loaded up the car, picked up a few donated t-shirts (lots of people are cold and wet) and Howie and Haviva, and headed off to Kampung Melayu.

Handing over the donated goods to Pak Eddy, the sports teacher from SMP Perguruan Rakyat II and participant in the Poncol Cup in August last year.

Pak Eddy helping Tamara unload supplies

Yoyo and two other KFJ members helping unload boxes of water

We arrived at around 5pm and were followed not long after by Tamara and Chris, dabblers in Discindo who answered the call and brought a carload of supplies including big boxes of water, instant noodles, biscuits, and bags and bags of old clothes. After unloading the supplies we took up the invitation to have a wander around the neighbourhood to see what we could see.

Over lunch I had maintained that there was no way I was going to set foot in that filthy water, but it soon became obvious that we weren’t going to see very much unless we took the plunge, so we rolled up out pant legs and waded in. Here are some of the photos:

Sugi, Yoyo and Howie knee-deep in the surprisingly cold floodwater

People crowding to see who is being rescued from their house. Sibuk, one of the stars of KFJ is behind Ardy (in the red and white t-shirt).

I had thought that the Town Hall I had visited on Friday night was the extent of the refugee problem in Kampung Melayu, but it soon became obvious that it was much, much larger than that… The below is some video footage of the mosque just east of Tebet train station. It’s packed, and most of the Klub Frisbee Jakarta kids have been staying here for 3-4 days. Sugi, Desti, Soleh, Ardy’s younger brother and all of their families to name but a few.

The mosque near Tebet train station. Soleh is near the middle of the photo wearing the orange life jacket and talking to his mother.

One of the meal tickets entitling Ibu Mul and her 4 family members to 3 meals a day at the mosque cooked in the communal kitchen

Looking onto 2 lanes of the completely flooded 8 lane Kampung Melayu Besar

Deni is staying in the mosque alone at the moment because his grandmother and younger siblings are still stranded in their house, the alley is too narrow for the rubber boats to pass.

As you can see from the photo above, surprisingly, people seem to be in relatively good spirits, in fact, the kids seem to be enjoying the time off school and living in one big room with all of their friends. We’ll see how they go in the coming days. Ardy said that while the waters normally take 3-4 days to subside, families can take as long as 2 weeks to get back to work as they clean out their houses. As I mentioned in a previous post, the school is completely submerged along with all of the schoolbooks, teachers’ records and so on. It will be a while until things are back to normal…

sumber:, Thursday

Korban Banjir Kerasan di Senayan
Anwar Khumaini – detikcom

Jakarta – Fasilitas dan urusan perut yang tercukupi membuat 528 orang korban banjir asal Pedongkelan, Jakarta Timur, ‘ketagihan’ tinggal di Posko Banjir Kostrad di Parkir Timur Senayan.

“Lumayan Mas daripada di rumah tidak bisa makan, di sini makanan melimpah,” ungkap Yeyet (25), salah seorang pengungsi kepada detikcom, Sabtu (10/2/2007).

Yeyet mengaku rumah miliknya masih terendam air hingga selutut. “Kata tetangga saya yang sudah menengok, air masih selutut. Tadinya kerendam 1 meter,” ujarnya.

Desi, korban banjir lainnya yang ikut mengungsi juga mengatakan hal yang sama.

“Makan sehari 3 kali Mas, kalau malam bahkan berlebih. Banyak donatur yang ngasih bantuan di sini. Dengar-dengar di sini kita sampai tanggal 18 Mas, jadi lumayan di sini bisa makan gratis, dengan fasilitas yang bersih,” kata Desi (26).

Wakil Koordinator Posko Pengungsian Kostrad Letnan Kolonel Rustam
mengaku belum bisa memastikan kapan pengungsi dapat dikembalikan ke rumah masing-masing.

“Kalau kondisi baik, mereka bisa pulang dua hari ke depan. Kita
akan mengantar pengungsi ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Bagaimana dengan korban yang rumahnya rusak dan tidak bisa dihuni lagi? “Itu bukan wewenang kami tetapi pemda setempat. Tugas kami di sini menangani mereka menyediakan fasilitas,” sahut Rustam.

Warga pendongkelan ini telah 3 kali pindah tempat pengungsian. Pertama sempat tinggal di bawah jalan tol. Kedua, dipindah di lapangan Jatinegara dan terakhir mereka tinggal di Senayan.

Pantauan detikcom, 10 tenda besar warna hijau berdiri. Tiap pengungsi diberi fasilitas tempat tidur lipat. Makan pun rutin 3 kali sehari plus snak. Ada juga rumah sakit lapangan, MCK yang bersih, dan musolah. Bantuan sembako tampak terus mengalir dari berbagai donatur.(aan/ndr)

sumber:, 10/02/2007 17:22 WIB

Belanda Siap Kerja Sama Manajemen Air

JAKARTA, KOMPAS – Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia, Nikolaos van Dam, menyatakan pemerintahnya siap bekerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam rekayasa teknik dan manajemen air.

“Kami sudah dan selalu siap untuk membantu Republik Indonesia. Apalagi ada ikatan historis yang kuat antara Kerajaan Belanda dan Republik Indonesia. Musibah banjir di Jakarta mengundang simpati dan rasa solidaritas spontan di seluruh Belanda saat ini. Kami menyatakan dukacita yang mendalam bagi para korban,” ujar Nikolaos van Dam seusai menyerahkan bantuan perahu karet bermotor untuk Kepolisian Negara RI (Polri) di Jakarta, Jumat (9/2).

Pemerintah Kerajaan Belanda sejak beberapa abad lalu membantu dan bekerja sama dengan sejumlah negara dalam manajemen dan rekayasa teknik pengaturan air. Terakhir kali pascamusibah topan Katrina yang menghancurkan Kota New Orleans di Amerika Serikat, para insinyur Belanda terlibat dalam pembangunan dan pengaturan air di kota dataran rendah yang terletak di Muara Sungai Missisippi dan Teluk Meksiko (Kompas, 7/2).

Bantuan awal yang diserahkan Kerajaan Belanda kali ini merupakan bagian dari sumbangan senilai satu juta euro (Rp 11,7 miliar). Nikolaus van Dam yang menyampaikan sambutan dalam bahasa Indonesia menjelaskan, bantuan saat ini difokuskan untuk menyediakan keperluan dasar para pengungsi.

“Separuh dari bantuan disalurkan Palang Merah Belanda dan Palang Merah Indonesia dalam bentuk makanan, air bersih, obat-obatan, pakaian, selimut dan logistik. Sisa bantuan sekitar Rp 5,85 miliar disalurkan lewat lembaga International Organization for Migration untuk menyediakan perahu-perahu karet,” ujarnya.

Selain itu masih ada bantuan spontan dari masyarakat Rotterdam-Sister City Jakarta berupa uang sebesar 100.000 euro (Rp 1,17 miliar).

Bantuan berupa perahu karet sebanyak 45 unit yang diserahkan kepada Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana, 30 unit di antaranya untuk Polri. “Bantuan lain masih akan datang dari berbagai lembaga di Kerajaan Belanda,” ucap Van Dam.

Komisaris Jenderal Iman Haryatna, Kepala Badan Pembinaan Keamanan Mabes Polri, dalam kesempatan itu mengatakan, bantuan perahu karet sangat tepat guna.

“Persoalan peralatan, seperti perahu karet, menjadi kendala utama dalam penanganan banjir yang sedemikian luas,” ujar Iman. (ONG)

sumber:, Sabtu, 10 Februari 2007 – 05:47 wib

POSKO BANJIR GPSK (GERAKAN PEDULI SEKITAR KITA) menerima bantuan (sumbangan) barang maupun uang untuk para pengungsi banjir Jakarta!

Banjir besar yang melanda Jakarta saat ini tak hanya menyebabkan kerugian yang tak terhitung. Tetapi juga memicu berbagai macam penyakit di kalangan pengungsi, mulai dari gatal-gatal, diare, demam berdarah hingga stress dan depresi. Tercatat hingga hari ini sudah ada 27.381 orang yang sakit dan puluhan lainnya meninggal.

Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK) juga tak ingin berdiam diri melihat semua ini.

Lewat Posko Banjir GPSK, kami mengumpulkan bantuan/ sumbangan untuk disalurkan ke Posko Pengungsian ataupun para pengungsi langsung di lokasi yang sulit dijangkau dan masih parah kondisinya. Adapun lokasi Posko Pengungsi yang telah mendapatkan sumbangan barang maupun makanan (nasi bungkus untuk pengungsi) GPSK hingga saat ini meliputi: Posko Ciliwung, Karet Tengsin, Tomang, Cipinang, Plumpang, Latu Lenten, Bukit Duri dan Rawa Buaya. Hingga hari ke 6 ini, GPSK telah mengirim lebih dari 3600 nasi bungkus dan air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya. Kami juga bekerjasama dengan ESKA dalam pengalokasian bantuan untuk pengungsi banjir ini.

Kami menerima berbagai sumbangan barang, terutama:
Susu bayi
Beras dan bahan makanan lainnya
Roti/ snack lainnya
Mie Instant
Air Mineral
Minyak gosok
Gula, kopi, teh
Pembalut wanita
Pakaian dalam

Sumbangan dapat langsung dikirimkan ke
Posko Banjir GPSK
Jl. Padang 30
Manggarai – Jakarta Selatan 12970
CP: Stephanie A. Surya
HP: 081 331 005 777
Telp. 021 83792515 line 1032
Fax. 021 8294660

Buat teman-teman yang tertarik untuk berbuat sesuatu dalam menghadapi banjir ini, silahkan menghubungi kami. Pintu kami terbuka lebar apabila ada salah satu dari anda/ organisasi anda tertarik untuk membantu dan bekerjasama dengan kami, baik secara material maupun tenaga… Terima kasih banyak sebelumnya…

22 Kecamatan di Jakarta Masih Kebanjiran
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Genap seminggu banjir di Jakarta terjadi, namun 22 kecamatan masih terendam air. Banjir masih berkisar 10-250 centimeter.

Data Crisis Center Satkorlak Penanggulangan Banjir dan Pengungsi Pemprov DKI Jakarta, Jumat (9/2/2007) menunjukkan kecamatan yang masih terendam di Jakarta Pusat adalah Kecamatan Tanah Abang yang meliputi Kelurahan Karet Tengsin, Kelurahan Bendungan Hilir, dan Kelurahan Petamburan, ketinggian air masih mencapai 10-50 cm.

Jakarta Utara yang kebanjiran adalah Kecamatan Kelapa Gading, Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Tanjung Priok, Kecamatan Koja, dan Kecamatan Cilincing, ketinggian air masih 10-135 cm.

Jakarta Barat adalah Kecamatan Cengkareng, Kecamatan Petamburan, Kecamatan Kebon Jeruk, Kecamatan Kembangan, dan Kecamatan Kalideres, ketinggian air mencapai 10-150 cm.

Jakarta Selatan adalah Kecamatan Tebet, Kecamatan Mampang Prapatan, Kecamatan Pasar Minggu, Kecamatan Kebayoran Lama, Kecamatan Kebayoran Baru, Kecamatan Cilandak, Kecamatan Pancoran, dan Kecamatan Pesanggrahan, ketinggian air di pemukiman masih mencapai 10-250 cm.

Jakarta Timur adalah Kecamatan Jatinegara, Kecamatan Pulogadung dan Kecamatan Cakung, ketinggian air mencapai 10-150 cm.

Tinggi air di seluruh pos pemantau dan pintu air saat ini berada pada Siaga IV.

Pengungsi juga mengalami kenaikan dari 50.301 KK atau 168.732 jiwa pada Kamis 8 Februari, meningkat menjadi 60.325 KK atau 208.743 jiwa.

Hingga kini korban tewas 37 orang. Rinciannya, 3 orang di Jakarta Pusat, 11 di Jakarta Utara, 7 Jakarta Barat, 1 Jakarta Selatan dan 15 Jakarta Timur.

Bantuan sosial bencana banjir yang telah disalurkan ke 5 wilayah dan dapur umum Dinas Bintalkensos adalah 166 ton beras, 4.500 dus mie instan, 1.200 dus minyak goreng, 9.600 botol kecap, 9.600 botol saos, 42.852 kaleng sarden, dan 1.600 selimut. (aan/sss)

sumber:, 09/02/2007 12:05 WIB

Belanda Bantu Korban Banjir Jakarta Rp11,7 Miliar

Jakarta (ANTARA news) – Pemerintah Belanda memberikan bantuan bagi korban banjir di Jakarta senilai satu juta euro atau Rp11,7 miliar.

Penyerahan bantuan itu dilakukan Duta Besar Belanda di Indonesia, Nikolaos van Dam, kepada perwakilan dari Indonesia, yakni, Sekretaris Utama Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB), Budi Atmadi Adiputro, Wasekjen PMI, Rahmat Ahadijat, Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan (Kababinkam) Mabes Polri, Komjen Pol Iman Haryatna, di Jakarta, Jumat.

Dubes Belanda untuk Indonesia, Nikolaos van Dam, memuji kesigapan organisasi-organisasi bantuan Indonesia dan sukarelawan dalam membantu korban musibah banjir di Jakarta.

“Pemberian bantuan tersebut tidak terlepas dari keterikatan Belanda dengan Indonesia, dan nasib korban banjir yang begitu banyak sangat menyentuh hati kami,” katanya.

Setengah dari bantuan yang senilai Rp11,7 miliar itu atau Rp5,85 miliar, kata dia, disalurkan melalui Palang Merah Belanda dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk penyediaan bahan-bahan pokok bagi korban banjir, yaitu makanan, air bersih, obat-obatan, pakaian, selimut dan logistik.

Sedangkan sisa bantuannya yang senilai Rp5,85 miliar disalurkan lewat organisasi internasional untuk migrasi (IOM), untuk penyediaan perahu karet. “Barang-barang bantuan tersebut akan disalurkan lewat posko-posko di daerah yang terkena bencana,” katanya.

Sedangkan bantuan perahu karet itu sendiri, diberikan kepada Polri untuk evakuasi korban dan mengangkut barang-barang bantuan ke daerah yang dilanda banjir.

Di samping itu, ia juga mengatakan Kota Rotterdam Kamis (8/2), telah memutuskan untuk memberikan bantuan kepada kota bersaudaranya, Jakarta, senilai Rp1,17 miliar.

“Bantuan tersebut akan disalurkan lewat Palang Merah Belanda, pada musibah serupa 2002, pemerintahan Rotterdam juga telah memberikan bantuan dana,” katanya.

Dalam acara terpisah, lembaga dunia yang menangani pengungsi (UNHCR) memberikan bantuan senilai Rp226 juta kepada Bakornas PB.

Penyerahan itu dilakukan oleh Kepala Perwakilan Regional UNHCR, Robert Ashe, kepada ekretaris Utama Bakornas PB, Budi Atmadi Adiputro.

Sementara itu, bantuan asing untuk penanganan bencana banjir, yang tercatat Bakornas PB, yakni Jepang, Amerika Serikat, Action Contra La Faim (ACF), Australia, CWS, IFRC, Islamic Relief, Save Then Children US, UNOCHA, UNDP, UNFPA, Unicef, Malaysia, Belanda, Jerman, Selandia Baru, WFP dan EC.(*)

Copyright © 2006 ANTARA

sumber:, 9 Februari 2007 20:57

Reportasi H+8 di pengungsian (banjir Jakarta)

Tak terasa sudah 8 hari banjir melanda Jakarta. Sudah 8 hari pula sebagian besar korban pengungsian berteduh di tempat-tempat pengungsian,sebagian sudah ada yang mulai pulang berbenah ataupun sekedar melihat kondisi tempat tinggal mereka yang rusak akibat banjir.

Alhamdulillah Rumah Zakat Indonesia berusaha untuk mengoptimalkan program serta bantuan untuk dapat menanggulangi semua dampak yang dirasakan oleh seluruh masyarakat. Realisasi dari kepedulian bagi korban banjir adalah dengan mendirikan posko-posko Siaga Benacana di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Hingga Kamis (8/2) ini sebanyak 1.882 pasien telah terlayani melalui program pemeriksaan dan pengobatan gratis, 9150 paket makanan telah terdistribusi bagi masyarakat di kantong-kantong pengungsian, 4104 kornet Superqurban telah disalurkan, serta 1.263 kaleng makanan siap santap Siaga Sigi Nusantara menjadi bahan pangan warga. Posko Siaga Bencana masih beraktivitas hingga hari ini, sebagai upaya untuk mengantisipasi kebutuhan para korban.

Para korban banjir masih menunggu uluran tangan dari kita semua..karena, dengan surut nya banjir bukan berarti sudah kesulitan berakhir..recovery, pengadaan air bersih, fasilitas kesehatan, dll masih membutuhkan perhatian lebih dari kita..

Saudaraku, bagi yang ingin meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir di jakarta, bantuan bisa di salurkan melalui rekening bantu banjir:

Bank Central Asia 094.3017.007 a.n Yayasan Dompet Sosial Ummul Quro

Bank Mandiri 132.000.481.974.5 a.n Yayasan Rumah ZakatIndonesia

Bank Permata Cabang Syariah 377.100.1555a.n Yayasan Rumah ZakatIndonesia

Mohon konfirmasi melalui emial ini apabila ada amanah donasi untuk korban banjir. / YM : m_silvania


Kebaikan sudah semestinya dilakukan secara bersama-sama, sehingga kebaikan tersebut dapat berdampak kepada masyarakat yang lebih luas dan bersifat massive. Indonesia, dua tahun terakhir ini sedang mendapat banyak cobaan dari Tuhan Yang Kuasa, mulai dari Tsunami, kebakaran hutan, longsor, gempa, angin puting beliung. Selain itu, bencana kekurangan gizi serta busung lapar yang juga masih terjadi menyisakan banyak Pekerjaan Rumah bagi pemerintah saat ini (baik Legislatif ataupun Eksekutif).

Yayasan PortalInfaq (, sebuah lembaga sosial berbasis internet, sebagai bagian dari anak bangsa ini, mencoba untuk menjadi “setetes air harapan” dari samudera harapan di Indonesia, dalam mengatasi masalah-masalah sosial tersebut.

PT. Senyumuslim Waralaba Indonesia berdiri tahun 2000 dan berbadan hukum perseroan (PT) pada tahun 2005. Mereka menjalankan bisnis retail selama hampir 5 (lima) tahun menjadikan kami memiliki pengalaman sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik. Memulai dari skala kecil kemudian berkembang menjadi skala menengah hingga mencapai lebih dari 40 cabang di Indonesia dengan ditandai pendirian perusahaan untuk memperkuat perkembangannya.
Banjir di DKI Jakarta dan sekitarnya yang telah memakan korban meninggal 50 orang dengan 263 ribu pengungsi (Versi Depkes, sumber bukanlah banjir biasa. Musibah ini merupakan musibah yang besar di awal 2007.

Melihat hal tersebut, LAZ PortalInfaq bersama PT. Senyumuslim Waralaba Indonesia berencana melakukan sebuah sinergi bersama dengan mendirikan POSKO PEDULI BANJIR BERSAMA, yang berfungsi sebagai tempat penampungan bantuan dan donasi, serta pelaporan bagi korban bencana. Posko tersebut berjumlah 13 Posko yang tersebar se Jabotabek.

Berikut Alamat Posko itu:

1. Posko Utama Faizalluddin Jl. Radio IV No. 8A Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Telp: 021-72786073

2. Posko Tebet Nurhidayah Jl. Tebet Timur Dalam VIII/21, Jakarta Selatan (Dekat Stasiun Cawang). Telp: 021-8314184

3. Posko Jatiwaringin Robbyanti/Endah Jl. Raya Jatiwaringin No. 237F, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Telp: 021-84973168

4. Posko Tanjung Priuk Erawan Jl. Kramat Jaya No.48 D (Seberang Islamic Center-Belakang Kramat Motor) Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Telp: 021-93280889

5. Posko Cibinong Zaenal Jl. Mayor Oking (depan Kantor Pos Cibinong), Cibinong, Kab. Bogor. Telp: 021-70242123

6. Posko Jatiasih Sholehah/Nurholis Jl. Raya Jatiasih (samping Apotik Jatiasih). Telp: 021-70972172

7. Posko Tangerang Andi Jl. Raya Islamic Village Kelapa Dua No. 20A (depan RS. Al Qadr), Kec. Curug, Kab. Tangerang. Telp: 021-70170179

8. Posko Bintaro Novi Bintaro Trade Center Blok D-2/No.3 A (belakang BSM) Bintaro Jaya, Sektor 7, Bintaro, Tangerang. Telp: 021-7451886

9. Bekasi Timur Yuni Ruko Kalimas Blok A No. 3 A Jl. Chairil Anwar, Bekasi Timur 17113, Jawa Barat. Telp: 021-8817892

10. Posko Ciputat Iman/td> Jl. Pesanggrahan No. 34 (samping kampus UIN Jakarta). Telp: 021-70467252

11. Posko Tambun Anto/Dwi Jl. Sultan Hasanuddin No. 123 Tambun (depan Yapink) Bekasi. Telp: 021-88369623

12. Posko Cikarang (Made Mart) Ummi Jl. Raya Industri, Depan Jababeka 1 No.3B, Cikarang, Bekasi. Telp: 021-89832737

13. Posko Condet Roni Jl. Condet Raya, Kel. Gedong, Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur (samping SMKN 22 Jakarta). Telp: 021-8415765

14. Posko Cikarang Carrefour Mba Roh Jl. Raya Industri Bekasi, Carrefour Cikarang Lt. 1 C-01, Bekasi. Telp: 021-68425740

Silahkan bapak dan ibu sekalian yang ingin mengirim bantuan apa saja bisa ke outlet toko buku Senyum Muslim di alamat-alamat di atas.

Kami menyadari bahwa apa yang telah dan akan kami lakukan belumlah seberapa dibandingkan anak bangsa yang lain, namun, sedikit ‘amal ini, semoga berdampak besar dalam mencari solusi permasalahan bangsa ini.

Untuk penjemputan donasi bisa menghubungi : Slamet/Abdul Azis di 021-72786073 atau sms ke 0813 107 97114.

Atau kirim langsung ke : Rekening Lembaga Amil Zakat Portalinfaq:

Bank BCA Cabang Arteri Pondok Indah
No. Rek : 291-307-0003 (Zakat dan Infaq Program Kesehatan)
a/n: Yayasan Portalinfaq

Bank BCA Cabang Arteri Pondok Indah
No. Rek : 291-300-5244 (Zakat dan Infaq)
a/n: Yayasan Portalinfaq

Bank Syariah Mandiri Cabang Warung Buncit
No. Rek : 003-006-7066 (Infaq)
a/n: Yayasan Portalinfaq

Bank Syariah Mandiri Cabang Warung Buncit
No. Rek : 003-003-5790 (Zakat)
a/n: Yayasan Portalinfaq

Bank Mandiri Cabang Kuningan
No. Rek : 124-000-107-9798 (Zakat dan Infaq)
a/n: Yayasan Portalinfaq

Dengan mencantumkan keterangan: untuk korban banjir
Semoga Allah memudahkan diri ini untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »


Get every new post delivered to your Inbox.