salurkan_bantuan


Bantuan Pasca Banjir

Kawan-kawan,
Kami dari Forum warga Kota jakarta (FAKTA) hingga saat ini masih mendampingi warga korban banjir Jakarta dari beberapa kampung yang berada di sekitar Cipinang Besar Selatan, Halim, Kebun nanas, Kampung Rorotan, Simpruk, Tebet, Kampung Melayu dan Penas. Saat ini para korban memang sudah mulai kembali dan membersihkan rumah mereka. Namun warga masih membutuhkan bantuan berupa alat-alat kebersihan dan obat untuk menghilangkan bau akibat banjir yang menenggelamkan rumah mereka. Selain itu membutuhkan bantuan alat-alat rumah tangga mereka serta alat-alat tulis dan pakaian sekolah bagi anak-anak mereka yang hanyut saat banjir

Bagi kawan-kawan yang mau membantu bisa mengirimkan dan menyebarkan email informasi ini. Bantuan bisa dikirmkan ke: Posko Bantuan dan Pengaduan Korban banjir Jakarta 2007 FAKTA di Jl. Pancawarga IV no:44 RT:3 RW;7, Belakang Gudang Seng Kalimalang Jakarta Timur, telp: 8569008.

Atas bantuannya kami mengucapkan terima kasih.

salam
azas tigor nainggolan

sumber: azas nainggolan (azastigor@yahoo.com)

Cash for WorkBaznas Dompet Dhuafa Paska Banjir

Program Pasca Banjir

Ass wr wb,
Teman-teman.

Ketika banjir surut ternyata penderitaan saudara-saudara kita tak pupus. Sampah dan hilangnya alat produksi serta sarana kerja telah menjadi potensi untuk semakin memperparah taraf kehidupan mereka terutama korban dari kalangan miskin di jabotabek.

Baznas Dompet Dhuafa saat ini mendorong sebuah program dengan tajuk CASH FOR WORK. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak dan menggerakkan masyarakat agar dapat membantu para korban banjir, utamanya dari keluarga miskin yang bergerak di sektor informal agar dapat melakukan aktifitasnya kembali pasca banjir.

Program ini berupa aktifitas padat karya bagi masyarakat untuk membersihkan lingkungan dan fasilitas umum, memberikan bantuna peralatan kerja bagi sektor informal, serta bantuan peralatan bekerja bagi guru dan pekerja pendidikan.

Dengan pelaksanaan program yang terencana dan dikelola oleh unit LPM yang teruji untuk kegiatan seperti ini, pada tahap awal Program ini digulirkan dengan dana masyarakat sebesar Rp 300 Juta Rupiah. Tahap berikutnya akan dikembangkan dengan dana donatur dan CSR perusahaan.

Semoga ini dapat menggugah dan menginspirasi teman-teman untuk terus membantu korban pasca banjir di jabotabek.

Wass

Moh. Arifin Purwakananta
0818152007
purwakananta@dompetdhuafa.or.id

sumber: “Arifin Purwakananta” (purwakananta@dompetdhuafa.or.id)

AS Tambah Bantuan 100.000 Dolar untuk Korban Banjir

JAKARTA, SELASA — Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) menambah bantuan kepada korban banjir di Jakarta dan sekitarnya sebesar 100.000 dolar AS. Siaran pers Kedubes AS menyebutkan dana tambahan yang akan diberikan tersebut untuk membantu upaya peningkatan kebersihan, penyediaan air bersih, dan melindungi keseharan para korban banjir.

Dana tambahan bantuan tersebut akan diberikan kepada CARE, Catholic Relief Service (CRS), Mercy Corps, dan Muhammadiyah untuk membantu upaya pemulihan berkelanjutan di seluruh wilayah Jakarta.

Sebelumnya AS telah memberikan bantuan awal untuk membantu upaya penanganan tanggap darurat korban banjir senilai 100.000 dolar AS pada 2 Pebruari 2007. Selain itu, Departemen Pertahanan AS juga telah memberikan 5.000 dolar untuk kebutuhan medis sehingga jumlah total bantuan Pemerintah AS untuk musibah banjir mencapai 205.000 dolar AS.

sumber: http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0702/13/093201.htm

Laporan dari Den Haag
Belanda Bantu Korban Banjir Jakarta 1 Juta Euro
Eddi Santosa – detikcom

Agnes van Ardenne (sumber: cmo.nl)

Den Haag – Pemerintah Belanda menyiapkan bantuan 1 juta Euro untuk korban banjir di Jakarta dan sekitarnya. Menteri Agnes van Ardenne mengatakan hari ini, Selasa (6/2/2007).

“Belanda dan Indonesia merasa dekat satu sama lain. Masyarakat di sini (Belanda, red) ikut merasakan secara mendalam apa yang dialami penduduk Jakarta. Sebagai sahabat baik, sudah dengan sendirinya kami membantu Indonesia di mana Jakarta kini 75 persen terendam air,” demikian Menteri Kerjasama Pembangunan Agnes van Ardenne seperti diberitakan de Volkskrant mengutip ANP.

Ditambahkan Van Ardenne bahwa para korban sangat bergantung pada uluran bantuan untuk kebutuhan air bersih, makanan, dan obat-obatan.

“Adalah sangat penting bahwa uluran bantuan itu secepat mungkin mencapai sebanyak mungkin orang dan Belanda dalam hal ini siap mendukung otoritas Indonesia,” tegas Van Ardenne.

Van Ardenne sendiri telah memberitahukan perihal bantuan untuk para korban banjir Jakarta tersebut secara langsung melalui telepon kepada Menlu Hassan Wirajuda.

Bantuan setara Rp 11,7 miliar itu separuhnya akan dialokasikan untuk kebutuhan korban banjir, seperti bahan makanan, obat-obatan, pakaian, dan selimut. Paket ini akan dikirim melalui Rode Kruis (Palang Merah Belanda) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Sisa separuhnya lagi dari bantuan akan dikirim melalui Organisasi Migrasi Internasional (IOM) untuk dibelanjakan perahu-perahu karet. Melalui IOM diharapkan perahu-perahu karet dapat disediakan secara lokal, sehingga para korban dapat memperoleh bantuan darurat dengan cepat. (es/es)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/06/time/213313/idnews/739041/idkanal/10, 06/02/2007 21:33 WIB

UNICEF aid reaches children and families affected by Jakarta floods

© UNICEF Indonesia/2007/Purnomo
Children carry hygiene kits distributed by UNICEF to flood victims in Jakarta.

By Suzanna Dayne

JAKARTA, Indonesia, 12 February 2007 – As torrential rains ease off and floodwaters begin to recede, thousands of people in Jakarta and surrounding areas are now returning to their homes.

Garbage trucks have been out in force on the capital’s streets for a huge clean-up, while relief supplies are rushed in to help devastated residents rebuild their lives.

UNICEF emergency supplies worth more than $150,000 are now being distributed to flood victims in Jakarta. At the peak of the flooding – the worst the city has seen in five years – more than 500,000 people were forced to abandon their homes. The floods also paralyzed most of the city, inundating roads and cutting off clean water supplies, telephone lines and electricity.

© UNICEF Indonesia/2007/Purnomo
A woman receives UNICEF hygiene kits at a temporary shelter for flood victims in Bukit Duri, Jakarta.

Access to safe water

One of the relief effort’s top priorities is providing safe water.

“Many people have not had access to safe water for a week and we are concerned that the lack of safe water could lead to an outbreak of diseases among children,” said UNICEF Representative in Indonesia Gianfranco Rotigliano.

To prevent the spread of waterborne diseases to the youngest children, UNICEF has urged communities not to distribute infant formula to flood victims, as many families do not have easy access to clean water or means to purify it.

To meet the huge demand for drinking water, 30 collapsible bladders will be strategically placed at different locations, providing enough water to meet the daily needs of some 240,000 people. In addition, UNICEF will distribute 5,000 jerry cans (for carrying potable water), 2,500 bottles of water purification liquid and 72 bottles of water purification tablets to families affected by the disaster.

Following a request from the Indonesian Government, UNICEF is handing out more than 8,300 hygiene kits as well. Designed to provide basic hygiene necessities for a family of five, each kit includes a plastic bucket, sarong, towel, toothpaste, soap and washing powder.

© UNICEF Indonesia/2007/Purnomo
Residents of Jakarta, along with Indonesian police, clean the city streets after floodwaters have receded.

Fear of disease

In many areas of Jakarta, the floods left behind layers of mud and garbage. There are fears that disease could spread as people stay in cramped emergency shelters or move back into houses lacking safe water, plumbing and electricity. Local health workers say tens of thousands of people have already been treated for a variety of flood-related conditions such as diarrhea and skin rashes.

Working with the government, UNICEF plans to launch an immunization campaign in which children affected by the disaster will receive protection against polio and measles, and vitamin A supplements to boost their immune systems.

The agency will also work with the government to assess the damage to more than 14,000 schools inundated by the floods.

sumber: http://www.unicef.org/infobycountry/indonesia_38287.html

Source: Australian Agency for International Development (AusAID)

Date: 09 Feb 2007
Save Australia increases assistance for Jakarta flood relief
AA 07 05

Australia will boost its emergency relief for people impacted by Indonesia’s floods to $250,000, Parliamentary Secretary for Foreign Affairs, Greg Hunt, announced today.

Mr Hunt said Australia will provide $100,000 in emergency food aid for the survivors of the Jakarta floods.

On Monday, the Parliamentary Secretary announced an initial $150,000 for emergency food parcels and hygiene kits being delivered through the Indonesian Red Cross.

‘This new contribution will allow the rapid delivery of food aid in the form of high-energy biscuits and noodles to thousands of flood victims in Jakarta,’ Mr Hunt said.

‘It is expected the food aid, provided through the World Food Programme, will be distributed over the next 24 hours.’

‘Australia has now contributed a quarter of a million dollars towards the relief effort for hygiene kits, food, water and sleeping mats.

‘While waters are receding in some areas, there was has been further heavy rain and 75 per cent of Jakarta remains affected by flooding.

‘Yesterday Indonesian Ministry of Health officials put the number of people displaced by the floods at 400,000, with up to 50 people dead. Numbers of displaced are expected to fall as people begin returning to their homes.

‘Local forecasts predict continuing rain. Australian Embassy officials are in close contact with the Government of Indonesia and international donors on emerging needs resulting from the flooding.

‘No information has been received on any Australian casualties and the Australian Government continues to monitor the situation,’ Mr Hunt said.

Media contacts:

John Deller (Mr Hunt’s office) 0400 496 596
AusAID Public Affairs 0417 680 590

sumber: http://www.reliefweb.int/rw/rwb.nsf/db900SID/LSGZ-6YCCQM?OpenDocument&RSS20=18-P

Bagi-bagi Duit ke Korban Banjir, Bang Yos Dikritik
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menjanjikan memberikan dana Rp 1 miliar untuk tiap kelurahan yang terkena banjir. Namun Komisi B DPRD Jakarta menilai sumber dana bantuan untuk rehabilitasi fisik bangunan pascabanjir menyalahi peruntukan.

Sebaiknya dana tersebut diambil dari cadangan Pemprov DKI, bukan dari pos Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) karena dana PPMK tidak untuk pembangunan fisik.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi B Nurmansyah Lubis kepada wartawan di gedung DPRD ruang Komisi B, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2007).

“Gubernur seharusnya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan DPRD. Jangan asal buat keputusan populis. Kalau mau, pakai dana cadangan Pemprov saja,” kata Nurmansyah.

Nurmansyah menjelaskan, dana PPMK dianggarkan 90 persen untuk pembangunan ekonomi dan 10 persen untuk pembangunan sosial masyarakat.

“Dalam waktu dekat, kami akan memanggil Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) untuk membicarakan soal penggunaan dana PPMK ini,” ujar Nurmansyah.(mly/nrl)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/12/time/144459/idnews/741143/idkanal/10, 12/02/2007 14:44 WIB

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.