5 Menteri & 3 Gubernur Bakal Dikejar Teken Masterplan Banjir
Ramdhan Muhaimin – detikcom

Jakarta – Masterplan penanggulangan banjir ternyata telah siap sejak tahun 2003. Namun karena terbentur Pemilu 2004, file-nya belum diteken oleh 5 menteri dan 3 gubernur.

Kelima menteri itu adalah Menteri Pekerjaan Umum (PU), Menteri Dalam Negeri, Menneg Lingkungan Hidup, Bappenas, dan Menteri Keuangan. Sedangkan 3 gubenrnur yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

“File-nya masih ada di kita. Kita akan kejar terus mereka untuk tanda tangani,” kata Sekda Pemprov DKI Jakarta Ritola Tasmaya usai mengikuti pertemuan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dengan DPD di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2007).

Menurut dia, anggaran penanggulangan banjir pun sudah diatur secara detail. Total anggarannya Rp 64 triliun. Rinciannya, Rp 16 triliun untuk program penanggulangan banjir di Jabodetabek, Rp 48 triliun untuk penanggulangan banjir di daerah-daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang.

“Kalau masterplan mau diteruskan, jangan dimulai dari nol, tetapi dimulai dari apa yang sudah ada. Lalu diputuskan apa saja yang bisa dibiayai negara, sumbernya dari mana,” ujarnya.

Ritola menjelaskan, masterplan berisi pengendalian tata ruang kota, perbaikan drainase, pembangunan volder, pembangunan situ-situ baru, pembangunan pemukiman untuk warga di bantaran kali, dan revitalisasi situ-situ.

“Kalau pembiayaannya itu dibebankan ke pemda, maka pelaksanaannya tergantung kemampuan biaya pemda, contohnya banjir kanal timur (BKT) misalnya direncanakan selesai tahun 2007, ternyata oleh DPRD dimundurkan sampai 2010. Kalau mau selesai, dua daerah harus sepakat, pusat yang membiayai. Karena itu, kalau pembiayaannya dibebankan ke pemda, penyelesaiannya parsial,” bebernya.(aan/sss)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/08/time/154105/idnews/739915/idkanal/10