Depkes: Korban Tewas Banjir 53 Orang, Sakit 84.399
Muhammad Nur Hayid – detikcom

Jakarta – Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya sepekan lalu menewaskan 53 orang. Data Pusat Penanggulangan Krisis Depkes hingga Rabu 7 Februari malam juga mencatat 84.399 pengungsi jatuh sakit.

Dari jumlah yang sakit itu, sebanyak 35 orang dirujuk ke rumah sakit. Total pengungsi tercatat 397.304 jiwa.

Data yang dikeluarkan Depkes, Kamis (8/2/2007) menyebutkan, jumlah pelayanan kesehatan untuk korban banjir tercatat 587 pos kesehatan.

Fasilitas kesehatan yang rusak tercatat 44 puskesmas di Jakarta dan 1 pusat pelayanan terpadu di Tangerang, Banten.

Upaya yang sudah dilakukan Depkes, menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Lily S Sulistyowati, adalah koordinasi pelayanan kesehatan di lapangan.

Pelayanan ini didukung 53 paket obat siaga banjir, 2 boks cotrimoxazol, 14 boks vitamin B Complex, 4 boks aminofilin, 32 ton makanan pendamping ASI, 500 dus mie instan, 1.000 nasi kotak, mobilisasi 30 unit perahu karet, 2 unit emergency kids yang satu unitnya terdiri dari 120 kotak, 7 unit tenda, 3 unit penjernih air yang mobile dengan kapasitas 15 ribu liter per jam di Ciledug dan Petamburan, dan menggerakkan 5 unit mobil klinik setiap hari dengan 43 tim yang dilengkapi obat.

Untuk antisipasi mencegah kejadian luar biasa (KLB), Depkes telah mengirimkan 16 tim gabungan yang terdiri dari Depkes, TNI, Polri dan jajaran kesehatan provinsi, kabupaten/kota sebanyak 160 orang. Mereka melakukan self assessment and surveilance.

Tim juga menggelar pelatihan penjernihan air cepat dan pengoperasian mist blower untuk pengendalian vector, mengirim 28 tim untuk gerakan pengenalan dan penggunaan penjernih air cepat, gerakan pembersihan dan pembuangan sampah, pembersihan lantai, serta MCK.

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/08/time/175358/idnews/740044/idkanal/10