Bappenas: Kerugian akibat banjir Rp4,1 triliun
oleh : Gajah Kusumo

JAKARTA (Bisnis): Bappenas memperkirakan potensi kerugian ekonomi akibat banjir yang melanda Jakarta pekan lalu mencapai sekitar Rp4,1 triliun.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menyatakan saat ini instansinya masih terus melakukan perhitungan mengenai dampak ekonomi akibat banjir besar yang melanda Jakarta pada 2-3 Februari pekan lalu.

“Dua minggu lagi akan kami sampaikan data yang valid mengenai kerugian yang dihitung dari aspek ekonomi maupun pelayanan akibat banjir. Saat ini perhitungannya sedang dihitung oleh Bappenas dan UNDP,” ujarnya di Kantor Kepresidenan, hari ini.

Lebih jauh, Paskah mengungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menginstruksikan jajarannya untuk mereview anggaran penanggulangan banjir di Jabodetabekpunjur sebesar Rp16,5 triliun yang sudah dialokasikan sejak 2002 hingga 2010 mendatang.

“Presiden minta agar direview kembali apakah anggarannya masih valid atau tidak. Jadi direview dari sisi anggaran maupun pekerjaannya,” jelasnya.

Laporan sebelumnya menyebutkan Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp16,5 triliun untuk mengatasi banjir musiman pada wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), sejak 2002.

Kepala Bappenas sempat mengatakan dana tersebut ditetapkan berdasarkan rencana aksi perbaikan kebijakan dan sejumlah infrastruktur di Jabodetabek jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Pada rencana aksi, jelasnya, program tersebut berlangsung sejak 2002 sampai 2010, dan diharapkan mampu mengatasi persoalan Jabodetabek pada setiap musim hujan di masa mendatang.

“Pada 2002 dana sebesar Rp16 triliun sudah dialokasikan untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek. Jadi diharapkan tidak ada lagi banjir musiman.

Programnya sudah berjalan sejak 2002, jadi bukan program dadakan,” ujar Paskah seusai membuka rapat rencana kerja pemerintah (RKP) 2008, beberapa waktu lalu.

Untuk identifikasi efektivitas penggunaan dana, ujarnya, akan dilakukan berdasarkan sektor dan sasaran program. Sasaran program, paparnya, meliputi Jabodetabek, mulai dari kawasan hulu di Bogor dan Tangerang, sampai rehabilitasi kawasan hilir, yaitu Depok, Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Sasaran program lainnya, ujarnya, pembangunan dan perbaikan saluran air di perkotaan.

Pada rencana aksi, anggaran akan terserap sebanyak Rp700 miliar untuk upaya penanggulangan jangka pendek, sebesar Rp4,5 triliun untuk proyek jangka pendek dan sebanyak Rp11,5 triliun jangka panjang.

Di luar program pencegahan banjir itu, Sekretaris Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan mengemukakan pihaknya akan mendata kembali kondisi sistem penanggulangan banjir di Jabodetabek, termasuk perbaikan 13 sungai di sekitar DKI Jakarta.

“Menneg PPN telah menginstruksikan agar Bappenas segera mendata sistem dan perangkat pencegahan banjir di Jabodetabek, untuk segera dilaporkan kepada Presiden,” ujarnya, di tempat yang sama.

Data tersebut, jelasnya, akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan program perbaikan sistem dan infrastruktur antisipasi banjir di Jabodetabek. (editor dj)

sumber: http://www.bisnis.com/ Selasa, 06/02/2007 16:57 WIB