Konsep megapolitan bukan solusi atasi banjir
oleh : Hendri Tri Widiasworo

JAKARTA: Pakar Lingkungan Universitas Pajajaran (Unpad) Otto Sumarwoto menolak rencana pemerintah untuk pengembangan kota megapolitan (Jabodetabek) sebagai solusi mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Jakarta.

“Saya tidak setuju dengan adanya konsep megapolitan, justru itu akan memperburuk keadaan,” kata Otto di sela-sela acara penghargaan peneliti Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) di Jakarta.

Menurut dia, selama ini yang menjadi masalah banjir di Jakarta disebabkan karena pola hidup manusiannya yang tidak mau menjaga lingkungan. “Dengan adanya konsep megapolitan justru akan membuat masyarakat daerah tergiur untuk datang ke Jakarta karena ‘iming-iming’ kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.

Konsep pengembangan Jakarta, paparnya, justru harus diubah menjadi pusat ibu kota negara, pusat pemerintahan dan politik saja. “Sedangkan untuk sektor perekonomian dan perbelanjaan harus dipindah,” tegasnya.

Pemerataan ekonomi, tambahnya, harus diterapkan di setiap provinsi agar daerah terpencil menjadi maju. “Jangan Jakarta selalu menjadikan magnet perekonomian penduduk dengan konsep megapolitan,” ujarnya.

Meskipun proyek banjir kanal timur (BKT) direalisasikan, tambahnya, tidak akan menyelesaikan masalah banjir selama Jakarta masih menampung penduduk secara besar-besaran.

Sehingga, ungkapnya, yang akan dipersalahkan daerah Bogor yang mengirim hujan jika banjir melanda Ibu Kota. Padahal, orang Jakarta yang mengunduli hutan untuk dibuat vila. (tw)

sumber: http://www.bisnis.com Kamis, 08/02/2007 15:27 WIB