Korban Banjir Tewas Kesetrum, Keluarga Tuntut PLN
Ramdhan Muhaimin – detikcom

Jakarta – Keluarga korban banjir meminta bantuan kepada LBH Jakarta untuk menuntut pihak PLN. Sebab akibat kelalaian PLN, banyak korban banjir yang tewas tersengat listrik.

“Kami minta pertanggungjawaban kepada PLN. Tapi kami tidak punya kemampuan, karena itu kami minta melalui LBH,” kata Fitriyanti, keluarga korban Ayu Komalasari yang tewas tersengat listrik. Dia mengungkapkan hal itu di Kantor LBH Jakarta, Jalan Mendut, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2007).

Menurut Fitri, saat itu pada Sabtu 3 Februari pukul 08.00 WIB, korban Ayu bersama teman karibnya Lailatul Badriah (13) melintas di depan rumah tetangganya di Jalan Dakota 5, RT 09/09 Kelurahan Kebonkosong, Kemayoran Jakarta Pusat.

Ketika kejadian lokasi tersebut digenangi air sejak Jumat 2 Februari malam setinggi betis. Sejak Jumat hingga hari ini lokasi tersebut belum ada pemadaman listrik meskipun banjir dan sudah ada korban.

Saat melintas, siswi Kebon Kosong 16 Pagi yang berusia 13 tahun ini tanpa sengaja terpeleset dan tangannya berpegangan ke tiang listrik. Ketika berpegangan dengan tiang listrik itulah, tiba-tiba Ayu terpental dengan posisi terlentang sekitar 1 meter dari tiang listrik.

Rekan Ayu, Lailatul Badriah bercerita, saat Ayu terpental dia sempat berteriak Allahu Akbar. “Lalu saya minta tolong dan banyak orang keluar,” tutur dia.

Kemudian warga yang melihat langsung menolong korban sebelum membawanya ke RS Mitra Kemayoran, Jakpus. Korban diberi infus, alat bantu pernafasan, dan darah. Pihak RS saat itu meminta keluarga korban membayar biaya Rp 1,5 juta agar korban bisa dirawat.

Karena tidak punya uang, akhirnya RS Mitra melempar korban ke RSCM. Di RSCM, korban mendapatkan perawatan yang minim. Korban akhirnya meninggal di RSCM pada keesokan harinya.

Warga setempat sebenarnya sudah melaporkan kepada PLN melalui saluran 123, bahwa ada aliran listrik di kawasan banjir itu. Warga melaporkan hal itu kepada PLN pukul 1 malam Sabtu 3 Februari.

Namun laporan itu baru tindaklanjuti oleh PLN dengan membetulkan kabel listrik pukul 12.00 siangnya. Artinya 4 jam setelah jatuhnya korban. Sebelum banjir, kondisi tiang listrik itu sebenarnya sudah rusak termakan usia. Di bagian bawah tiang listrik terdapat banyak lubang dan karat. Atas inisiatif warga, bagian yang berlubang itu dilapisi semen oleh warga.

Direktur LBH Jakarta Asfinawati menuntut PLN untuk bertanggung jawab atas kelalaian ini sehingga memakan korban. “Ini tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. Kami akan melakukan investigasi dan class action,” katanya.

“Paling lambat 3 bulan kami akan ajukan class action,” tuturnya.(mar/sss)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/09/time/135551/idnews/740354/idkanal/10, 09/02/2007 13:55 WIB