Sisir yang Hujan, Rambut yang Basah

BANG Yos sedang bersisir di depan cermin kotanya
tiba-tiba sisirnya menjadi hujan, rambutnya pun basah.

Lalu seluruh sisir di kota itu pun menjadi hujan.
Lebat.
Orang-orang tidak sempat bercermin, tersisir oleh
banjir.

Orang-orang jadi ingat lagu Bang Ben. Orang-orang
ingin marah kepada Bang Yos. Tapi mana Bang Yos?

Bang Yos ada di dalam cermin sekarang. Di sana
ternyata juga sedang hujan. Lebat. Wajahnya basah.

“Saya sedang mencari sisir yang tidak bisa berubah
menjadi hujan,” kata Bang Yos. Cermin makin hujan.

Orang-orang bercermin, melihat wajah dan rambut
yang amat basah. “Lihat, Bang Yos juga kedinginan”

Hujan berhenti, orang-orang lupa untuk segera
bersisir.
Banjir berlalu, tinggal sampah rambut yang tak mau
surut.

“Rambut siapakah ini, Bang Yos?” teriak orang-orang.

Mereka lupa, mereka sendiri suka diam-diam pergi
ke puncak kepala, mencukur rambut sendiri seenaknya.

sumber: http://www.sejuta-puisi.blogspot.com