Air Masih Selutut, Warga Kelapa Gading Sakit Kulit
Ari Saputra – detikcom

Jakarta – Air tak kunjung surut. Derita pun dialami warga yang tinggal di perumahan Lantamal III, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ketinggian air di sebagian daerah ini masih setinggi lutut orang dewasa.

Kondisi ini mulai mengkhawatirkan, sebab sebagian warga mulai terserang penyakit kulit. Mereka menderita gatal-gatal dan kutu air.

“Ada beberapa warga kulit kakinya pecah-pecah di sela-sela jari kaki,” kata Roni (28) warga RT 03/08, Perumahan Lantamal III, Kelapa Gading, Sabtu (10/2/2007).

Menurut Roni, sebagian rumah warga masih terendam air kerena letaknya yang lebih rendah dari Kali Sunter. Kali tersebut memang melintas di depan Perumahan Lantamal III.

“Ada sih 3 pompa untuk memompa air ke kali, tapi nggak ngefek. Air balik lagi,” imbuh Roni.

Meski demikian warga tetap memilih tinggal di rumah mereka. Bagi warga yang rumahnya masih terendam tinggi, mereka menumpang ke rumah tetangga yang sudah tidak tergenang lagi.

Banjir di wilayah Kelapa Gading ini juga merugikan para tukang ojek yang biasa mangkal di daerah ini. Penghasilan mereka jauh berkurang karena tidak bisa mengantar dan menjemput langganan.

“Baru hari ini bisa ngojek karena rumah kebanjiran. Di jalan airnya juga sepinggang,” ungkap salah seorang tukang ojek, Andi (29).

Menurut pantauan deticom, posko banjir juga masih tetap didirikan di atas jembatan Kali Sunter. Dua posko komando dari sebuah perusahaan swasta dan 1 tenda medis siap melayani berbagai keperluan para warga. (ndr/djo)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/10/time/151020/idnews/740660/idkanal/10, 10/02/2007 15:10 WIB