Korban Banjir Kerasan di Senayan
Anwar Khumaini – detikcom

Jakarta – Fasilitas dan urusan perut yang tercukupi membuat 528 orang korban banjir asal Pedongkelan, Jakarta Timur, ‘ketagihan’ tinggal di Posko Banjir Kostrad di Parkir Timur Senayan.

“Lumayan Mas daripada di rumah tidak bisa makan, di sini makanan melimpah,” ungkap Yeyet (25), salah seorang pengungsi kepada detikcom, Sabtu (10/2/2007).

Yeyet mengaku rumah miliknya masih terendam air hingga selutut. “Kata tetangga saya yang sudah menengok, air masih selutut. Tadinya kerendam 1 meter,” ujarnya.

Desi, korban banjir lainnya yang ikut mengungsi juga mengatakan hal yang sama.

“Makan sehari 3 kali Mas, kalau malam bahkan berlebih. Banyak donatur yang ngasih bantuan di sini. Dengar-dengar di sini kita sampai tanggal 18 Mas, jadi lumayan di sini bisa makan gratis, dengan fasilitas yang bersih,” kata Desi (26).

Wakil Koordinator Posko Pengungsian Kostrad Letnan Kolonel Rustam
mengaku belum bisa memastikan kapan pengungsi dapat dikembalikan ke rumah masing-masing.

“Kalau kondisi baik, mereka bisa pulang dua hari ke depan. Kita
akan mengantar pengungsi ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Bagaimana dengan korban yang rumahnya rusak dan tidak bisa dihuni lagi? “Itu bukan wewenang kami tetapi pemda setempat. Tugas kami di sini menangani mereka menyediakan fasilitas,” sahut Rustam.

Warga pendongkelan ini telah 3 kali pindah tempat pengungsian. Pertama sempat tinggal di bawah jalan tol. Kedua, dipindah di lapangan Jatinegara dan terakhir mereka tinggal di Senayan.

Pantauan detikcom, 10 tenda besar warna hijau berdiri. Tiap pengungsi diberi fasilitas tempat tidur lipat. Makan pun rutin 3 kali sehari plus snak. Ada juga rumah sakit lapangan, MCK yang bersih, dan musolah. Bantuan sembako tampak terus mengalir dari berbagai donatur.(aan/ndr)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/10/time/172209/idnews/740688/idkanal/10, 10/02/2007 17:22 WIB