Pejabat Kerja Sampingan, Banjir Lambat Ditangani
M. Rizal Maslan – detikcom

Jakarta – Salah satu faktor penyebab pemerintah lamban dan tidak siap mengatasi bencana banjir karena pejabat bekerja secara ad hoc, dan penanggulangan bencana tidak dijadikan pekerjaan pokok.

“Penanganan bencana sekarang seharusnya menjadi kompetensi pemerintah, selama ini belum. Ini menjadi kerjaan sampingan pejabatnya saja, bukan pekerjaan pokok pemerintah,” kata anggota DPD Sarwono Kusumaatmadja.

Hal ini disampaikan Sarwono dalam bincang-bincang penanggulangan banjir di Time Break Cafe, Plaza Semanggi, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2007).

Selama ini, menurut dia, Bakornas bekerja secara ad hoc atau kepanitiaan. “Tidak ada pejabat yang fokus menangani bencana. Ini perlu manajemen yang lebih baik. Pemerintah seharusnya membentuk organisasi tersendiri dan diisi oleh orang-orang yang bekerja khusus menangani bencana,” terang pria yang maju jadi cagub DKI Jakarta ini.

Dikatakan dia, organisasi yang menangani bencana harus ditempatkan di luar wilayah rawan bencana sehingga memudahkan pergerakan dalam penanganan tersebut.

Selain itu, lanjut Sarwono, pemerintah harus mengubah paradigma berpikir bahwa pembangunan di Jakarta bukan hanya ekonomi tetapi juga lingkungan hidup. Sebab, banyak daerah tempat resapan air menjadi gedung dan perumahan.

“Ada stigma seolah-olah masyarakat yang tinggal di kali dan yang membuang sampah tidak mengakibatkan banjir. Padahal ini merupakan persoalan tata tuang kota juga. Jadi saat ini isu lingkungan menjadi penting bukan isu sampingan saja,” beber Sarwono.(aan/ndr)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/10/time/131150/idnews/740645/idkanal/10, 10/02/2007 14:40 WIB