Pelaku Penyebaran SMS Bertambah

JAKARTA, KOMPAS – Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya kembali mengidentifikasi pelaku penyebaran SMS yang berisi ajakan kepada para korban banjir untuk menjarah pusat perbelanjaan. Namun, hingga Jumat (9/2) baru ada tambahan dua orang dari total enam orang penerima SMS level dua yang teridentifikasi.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Carlo B Tewu, Jumat, membenarkan, selain tersangka IS yang sudah ditangkap juga ada dua orang yang sudah diidentifikasi. Namun, Carlo tak mau memerinci identitas penerima SMS tersebut karena masih dalam pendalaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, IS yang kemudian diketahui sebagai Iwan Sumule yang menduduki posisi di Dewan Pimpinan Daerah Banteng Muda Indonesia (BMI) akhirnya ditangkap Tim Khusus Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Metro Jaya.

IS disangka menghasut orang untuk melakukan penjarahan via SMS, layanan pesan singkat melalui ponsel.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, IS mengaku mengetik sendiri kata-kata di dalam SMS itu dan kemudian menyebarkannya kepada 3-6 penerima. Dari 3-6 penerima SMS inilah diduga SMS yang berisi ekspresi kekesalan terhadap penanganan korban banjir yang lambat ini kemudian menyebar ke berbagai nomor handphone, termasuk ke handphone para pejabat Polda.

Walau tak terjadi penjarahan akibat SMS tersebut, kata Yoga, IS akan tetap dikenai sangkaan Pasal 160 dan 161 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun. Tersangka saat ini ditahan di Polda Metro Jaya. “Ini termasuk perbuatan pidana memprovokasi warga untuk menjarah,” kata Yoga. (AMR)

sumber: http://www.kompas.com/ver1/Metropolitan/0702/10/055504.htm, Sabtu, 10 Februari 2007 – 05:55 wib