Ruang Hijau Hilang Sebabkan Jakarta Banjir
Hendi Suhendratio – detikcom

Jakarta – Hilang dan beralih fungsinya Ruang Terbuka Hijau (RTH) menyebabkan banjir tidak dapat dicegah di Jakarta. Dari kondisi ideal 40 persen, hanya 9 persen RTH tersisa di Jakarta

Demikian disampaikan direktur Walhi Jakarta Selamat Daroyini, dalam jumpa pers bersama YLKI, di kantor YLKI, Jalan Pancoran Barat VII No 1, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2007).

“Sebuah kebohongan besar bahwa banjir itu adalah bencana alam yang tidak bisa dihindari, ini hanyalah klaim pemerintah,” ujar Selamat.

Dijelaskan Selamat, berdasarkan masterplan Jakarta 1965-1985 ditargetkan terdapat 18.000 hektar RTH. Namun luasan itu menurun tajam pada Rencana Umum Tata Ruang Kota 2002-2010, yang hanya menjadi seluas 9.560 ha dengan komposisi penduduk sebanyak 12,5 juta jiwa.

Menurut Selamat, menurunnya luasan RTH tersebut tidak lepas dari izin yang diberikan Gubernur DKI untuk mengalihfungsikan RTH menjadi kawasan komersial.

Beberapa wilayah di Jakarta yang mengalami perubahan RTH menjadi kawasan komersil, dicontohkan Selamat seperti, hilangnya hutan Kapuk Angke yang kini menjadi hunian mewah, kawasan hutan Pademangan yang menjadi lapangan golf, kawasan konservasi air selatan Jakarta yang kini menjadi pusat hunian dan keramaian.

Data Walhi menunjukkan dari 1,3 juta unit bangunan di Jakarta hanya 25 persennnya atau 325 ribu unit bangunan saja yang memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Lebih lanjut Selamat mengatakan, eksploitasi besar-besaran tersebut telah mengarah pada perusakan dan pemusnahan ekosistem lingkungan hidup dan menghilangkan wilayah tampungan-tampungan air atau situ.

“Kawasan serapan air hilang, waduk dan situ-situ kini semakin sempit,” tegas Selamat.

Oleh karena itu, Selamat meminta segera dilakukan revitalisasi RTH dengan dilakukannya penundaan pembangunan kawasan komersial baru di Jakarta hingga terjadi keseimbangan ekologi antara RTH dengan jumlah penduduk dan luas wilayah Jakarta. (fay/fay)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/10/time/193718/idnews/740702/idkanal/10, 10/02/2007 19:37 WIB