Untuk Tangani Banjir APBD DKI Ditambah Rp 2,7 Triliun
Luhur Hertanto – detikcom

Jakarta – Pemerintah Pusat akhirnya setuju mengalihkan Rp 2,7 triliun dari APBN ke APBD DKI Jakarta guna membantu percepatan pengadaan infrastruktur penangkal banjir.

Namun belum diketahui pos mana saja yang anggarannya bakal dialihkan. Pengalihan anggaran ini akan disahkan melalui APBN-Perubahan tahun 2007 yang akan diajukan ke DPR pada Juli 2007.

“Itu urusan internal pemerintahlah. Pemerintah punya kekuatan, sekarang kita mau pilih prosedural, atau banjir. Kalau prosedur di mana-mana bisa disesuaikan,” kata Wapres Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan mengenai pos anggaran yang akan dialihkan untuk banjir.

Keputusan itu merupakan hasil rapat koordinasi penanggulangan banjir Jabodetabek di kantor BKKBN, Jalan Raya Halim, Jakarta Timur, Sabtu (10/2/2007).

Kalla menjelaskan ada beberapa proyek Pemprov DKI Jakarta yang akan mendapat tambahan dana APBN. Tiga proyek yang menjadi prioritas adalah renovasi 150 situ, pembangunan banjir kanal timur (BKT) dan pengembangan banjir kanal barat (BKB).

Untuk BKT dan BKB, kata Kalla, pemerintah memberi tambahan Rp 500 miliar untuk pembebasan lahan. Dengan penambahan ini, dua proyek itu diharapkan selesai pada tahun 2009.

Sedangkan renovasi 150 situ, politisi asal Partai Golkar ini mengaku dana APBN yang akan dikucurkan mencapai Rp 250 miliar. Dengan syarat, Pemprov DKI Jakarta dilarang memberi izin pengalihan lahan situ menjadi lahan pembangunan.

“Jadi setelah ini tidak ada lagi pembangunan yang menguruk situ, ya Pak Gubernur,” kata Kalla sambil menoleh ke arah Sutiyoso yang berdiri di sampingnya.

Defisit Bertambah

Ketua Bappenas Paskah Suzetta menambahkan proyek lain yang akan mendapatkan dana adalah pengadaan pompa air raksasa di Pluit, perbaikan drainase, dan pembangunan volder di sepanjang Kali Ciliwung untuk mempercepat pengalihan air banjir ke laut.

Menurut dia, pengalihan alokasi pos APBN berpotensi menyebabkan difisit anggaran. Bila itu terjadi, Paskah berharap persentasenya tidak jauh dari 0,7 persen yang telah ditargetkan.

“Betul itu akan menambah defisit, tetapi kita harapkan tidak besar. Apalagi nanti akan ada efisiensi-efisiensi,” kata Paskah.(aan/qom)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/10/time/150226/idnews/740659/idkanal/10,
10/02/2007 15:02 WIB