Banjir Masih Genangi Belasan Ribu Hektar Sawah di Karawang

Karawang, Kompas – Banjir akibat luapan sungai Citarum yang terjadi awal Februari 2007 telah menggenangi 17.000 hektar sawah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,7 miliar.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Karawang Banuara Nadeak menuturkan, hingga Jumat (9/2), banjir yang menggenangi 25 dari 30 kecamatan di Karawang beberapa sejak pekan lalu itu diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Citarum.

“Tanggul yang jebol ada di Kaceot I dan II, Tangkil, serta saluran induk Tarung Utara,” katanya. Hingga saat ini, ada lima kecamatan yang masih dianggap rawan banjir, yakni Pakisjaya, Batujaya, Rengasdengklok, Jayakerta, dan Tirtajaya.

Berdasar pantauan, sawah-sawah di Kecamatan Batujaya dan Tirta Jaya hingga saat ini masih tergenang tinggi.

Rohiman, pemilik empat hektar sawah di Desa Teluk Bango, mengaku rugi lebih dari Rp 1,5 juta akibat banjir. Bibit padi umur 20 hari yang rencananya akan mulai ditanam hari Minggu besok rebah akibat terjangan banjir. “Padahal, saya sudah keluar uang Rp 490.000 untuk membeli 70 kg bibit ini,” katanya. Belum lagi biaya pengolahan tanah menggunakan traktor yang per hektarnya butuh Rp 400.000.

Unus bin Antijan, petani Kampung Walungan Asin, Desa Malangsari, Kecamatan Pedes, menuturkan, banjir setinggi pinggang juga merendam sawah-sawah di desanya.

Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Karawang mencatat, sawah yang terendam banjir tersebar di 22 kecamatan. Ketinggian genangan bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.

Hingga Jumat, air pun masih terlihat menggenangi kebun dan pekarangan warga di Desa Wanasepi, Karawang Barat. Genangan juga menghambat kelancaran transportasi penduduk. Jalan masuk ke Desa Medangasem, Kecamatan Batujaya, juga masih terendam dengan ketinggian sekitar selutut.

Banyak warga mendirikan tenda di tepian jalan sembari meminta sumbangan sukarela dari pengguna jalan yang melintas.

Ecin Kasup (50), misalnya, terpaksa membuat tenda di tepi jalan raya Batujaya. Buruh tani itu sudah seminggu ini tidak bekerja dan hanya mengandalkan bantuan baju bekas dan makanan.

Kusnadi, warga Kampung Tangkil, Batujaya, mengeluh karena banyak warga yang tinggal di kawasan jauh dari jalan aspal sulit mendapat bantuan.

Subang dan Indramayu

Banjir juga hampir sepekan merendam sawah dan permukiman di Subang dan Indramayu yang masih termasuk wilayah pantai utara Jawa Barat. Setidaknya 18.488 hektar sawah dipastikan rusak.

Bibit padi yang sudah ditanam membusuk, areal padi yang sudah siap ditanami hancur, dan petani rugi biaya tanam dua kali. Akibatnya, musim tanam kembali mundur.

Berdasarkan pantauan, di Kabupaten Subang, kerusakan terluas terjadi di Kecamatan Pamanukan (2.101 ha), Pusakanegara (1.275,5 ha), dan Legon Kulon (2.792 ha), sedangkan di Kabupaten Indramayu banjir menggenangi areal sawah di Kecamatan Kandanghaur.

Ratimpan (55), petani di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, menuturkan, para petani kini sedang mengganti bibit yang mati akibat terendam banjir. (BUR/CAS/ndy/hln/mkn)

sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/10/metro/3306028.htm, Sabtu, 10 Februari 2007