Bupati Ajukan Syarat Untuk Sodetan Ciliwung- Cisadane
Minggu, 11 Pebruari 2007 | 12:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Bupati Tangerang Ismet Iskandar akan menyetujui rencana Pemerintah untuk menyodet sungai Ciliwung-Cisadane, asalkan Tangerang dibuatkan bendungan dan tandon. Kalau kedua infrastruktur itu tak dibuat, Tangerang akan kebanjiran.

“Saya tidak mau, rakyat saya yang kerendem akibat sodetan itu,” ujar Ismet. Menurut dia, tanpa sodetan, saat banjir pekan lalu, air di sungai Cisadane meluap dan merendam beberapa kampung di Tangerang.

Seperti diwartakan sebelumnya, Pemerintah berencana membangun terowongan air antara Sungai Ciliwung dan Cisadane, Bogor Jawa Barat. Untuk itu diperlukan sodetan di Sungai Ciliwung-Cisadane.

Dengan adanya sodetan, kata Ismet, aliran air di sungai Ciliwung dialihkan ke Cisadane. Air dari Cisadane harus di tampung di bendungan dan tandon air. Jika tidak, air akan meluap dan membuat Tangerang kebanjiran.

“Setidaknya Tangerang memerlukan dua bendungan,” ujarnya. Satu di utara dan satu di Selatan. Bendungan itu berfungsi untuk mengontrol arus air saat debitnya melampaui kondisi normal. Adapun tandon berfungsi sebagai pengendali luapan air dan tempat persediaan air.

“Setelah bendungan dan tandon dibuat, silakan lakukan penyodetan. Kan malu juga kalau Ibu kota sering terendam banjir,” ujarnya.

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/02/11/brk,20070211-92935,id.html