Prakiraan BMG: Banjir Masih Ancam Jakarta

Cibinong, 10 Pebruari 2007 16:56
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprakirakan, banjir masih mengancam sebagian wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor, Senin (5/2), karena hujan ringan sampai lebat masih akan mengguyur wilayah tersebut. Ketinggian air di Bendungan Katulampa, Bogor, Minggu masih di atas normal yakni 130-150 sentimeter, sehingga masih dalam status Siaga II.

Menurut Petugas Pintu Air Bendungan Katulampa Bogor, Agus Salim, pada pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB, Sabtu (10/2), ketinggian permukaan air tercatat 130 sentimeter, dengan kecepatan laju (debit) air 216 meter kubik per detik.

Kondisi itu sudah agak menurun dibandingkan dua jam sebelumnya, pada pukul 06.00 hingga pukul 08.00, di mana permukaan air berkisar 150 sentimeter. “Posisi itu masih di atas normal, yakni 80 sentimeter,” kata Agus.

Permukaan air tertinggi tercatat, Sabtu pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, yakni 250 sentimeter. Sekitar pukul 14.00, ketinggian air agak menurun menjadi 230 sentimeter.

Menurut dia, pada saat air pasang Sabtu, beberapa pohon di bagian hulu bendungan roboh dan terseret arus. Hanyutnya batang pohon itu sempat merusakkan alat pengukur untuk membaca ketinggian permukaan air yang menempel di beton di sisi bendungan.

“Karena air masih pasang sampai saat ini, alat itu belum bisa dibetulkan. Nanti kalau air sudah turun lagi ke posisi normal baru bisa dibetulkan. Untuk membaca ketinggian permuakaan air dan debit air, melihat pada alat yang lain, yakni WRL,” kata Agus.

Sementara itu, Koordinator Petugas Pintu Air Katulampa, Andi Sudirman, sebelumnya menuturkan, tinggi permukaan air yang diatas normal, akan terus bergerak ke posisi yang lebih rendah, termasuk ke Jakarta melalui sungai-sungai seperti sungai Ciliwung.

“Aliran air dari Bogor akan mengalir ke lokasi yang lebih rendah, sampai di Jakarta membutuhkan waktu sekitar 9-10 jam,” katanya.

Karena permukaan air di pintu air Bendungan Katulampa masih di atas normal, menurutnya, maka air masih akan terus bergerak ke tempat yang lebih rendah.

Jika terjadi akumulasi air dari Bogor melalui sungai Ciliwung dan airlaut yang pasang meluap, maka di Jakarta masih akan terjadi banjir.

Apalagi, prakiraan cuaca dari BMG juga memperkirakan curah hujan pada awal Februari, masih cukup tinggi. Ia mengingatkan warga Jakarta dan Bogor untuk terus waspada.

Tingginya permukaan air di pintu air bendungan Katulampa, pada Sabtu (3/2) kemarin, dampaknya juga dirasakan oleh warga sekitar.

Air yang mengalir dari Bendungan Katulampa ke Kali Ciliwung di Kampung Parung Banteng Rt 05/Rw 01, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, meluap dan masuk ke sekitar 20 rumah warga setempat, sekitar pukul 12.00 WIB

Namun, air berangsur-angsur surut dua jam kemudian. [TMA, Ant]

sumber: http://www.gatra.com/2007-02-11/artikel.php?id=102092