Surat Buat Bang Yos: Kami Tidak Mau Banjir Lagi
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – “Kami tidak mau banjir lagi. Kami bosan Pak! Kami mau rumah kami jadi istana.” Begitu bunyi sepenggal surat bocah berusia 6 tahun yang ditujukan untuk Sutiyoso.

Bocah tersebut bernama Rafli. Dia berhak menggondol juara pertama lomba menulis surat untuk Gubernur DKI yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Sosial al Fallah (YDSF)di SD Negeri 01 Petamburan, Minggu (11/2/2007). Sekitar 100 siswa-siswi dari berbagai SD mengikuti perlombaan ini.

Emosi peserta tersirat jelas dari surat yang mereka tulis. Dengan ekspresif, mereka mampu menuangkan apa yang mereka rasa. selain itu, mereka juga mengungkapkan harapan agar mendapat bantuan materi dan keinginan mereka untuk terhindar dari penyakit.

Seperti Yulia Dita (10), yang berhasil menyabet juara ke-2. Siswa SD itu meminta agar Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso, segera menolong korban banjir yang terserang penyakit. “Saat ini pengungsi mulai terkena sakit diare, batuk, pilek, dan lain-lain. Tolonglah cepat Pak.” Begitu tulis Yulia Dita.

Iis Alif Utami yang menjadi juara III menyuarakan jeritan para pengungsi dalam suratnya. “Bapak gubernur harus melihat keadaan kami semua. Betapa sedihnya kami. Betapa bingungnya aku mengungsi.”

Ketiga pemenang tersebut berhak atas hadiah berupa peralatan sekolah yang disediakan panitia lomba.

“Senang banget Mas, kalau menang ada hadiahnya. Terus, surat kita juga nanti mau dikasih ke Pak Gubernur,” ungkap Iis kepada detikcom, dengan semangat.

Memang, menurut Manajer Regional YSDF Se-Jabodetabek dan Bandung Herman Susilo, seluruh surat yang ditulis dalam lomba ini akan disampaikan kepada Sutiyoso dalam waktu dekat.

Selain lomba menulis surat, penyelenggara acara juga menggelar lomba menggambar. Selain itu panita membuka program bantuan pengobatan gratis. Acara ini juga dimeriahkan oleh artis ibukota, Neno Warisman, yang turut menghibur dan memotivasi anak-anak korban bajir. Ia sempat membacakan beberapa puisi dalam acara ini.

Acara yang berakhir pukul 13.30 WIB ini dinilai warga terlalu sebentar. Banyak dari mereka yang terlambat datang ketika ingin meminta bantuan pengobatan gratis Warga yang terlambat datang tersebut lantas pulang dengan kecewa setelah panitia menjelaskan bahwa dokter yang bertugas sudah pulang. (lis/ana)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/11/time/151844/idnews/740767/idkanal/10
11/02/2007 15:18 WIB