Pengungsi di Cawang Butuh MCK

JAKARTA, KOMPAS – Pengungsi yang masih tinggal di tenda di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan tidak adanya mobil jamban. Akibatnya, mereka harus turun ke Sungai Ciliwung untuk urusan mandi, cuci, dan buang air. Padahal adanya fasilitas jamban yang memadai dapat menghindarkan pengungsi dari beragam penyakit akibat buruknya sanitasi lingkungan.

“Sebelum rumah kebanjiran, kami masih bisa pakai kamar mandi dan jamban. Sekarang ini terpaksa kami ke Sungai Ciliwung,” kata Hamzah, seorang warga RT 09 RW 05, Cawang, Minggu (11/2).

Hamzah berharap agar pemerintah daerah tidak melupakan penyediaan sarana MCK (mandi, cuci, kakus) untuk para warga yang masih tinggal di tenda pengungsian. Ini antara lain bisa ditempuh dengan mengirim mobil jamban.

Berdasarkan pantauan, mobil- mobil jamban untuk keperluan pengungsi, misalnya, disediakan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dengan adanya fasilitas tersebut, para pengungsi tidak terlalu repot jika mereka hendak buang air.

Adapun pengungsi yang masih tinggal di tempat pengungsian atau mushala-mushala Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, banyak yang terpaksa menumpang di rumah kerabat atau kenalan. Untuk mendapatkan air bersih, mereka meminta kepada warga yang memiliki sumur gali.

Warga terpaksa menimba air karena listrik untuk menyalakan pompa air baru menyala. “Ada pula warga yang terpaksa ke WC umum di pasar dan membayar Rp 1.000 untuk buang air besar,” kata Adhari, seorang warga Kebon Baru. (CAS)

sumber: http://www.kompas.com/ver1/Metropolitan/0702/12/071010.htm, Senin, 12 Februari 2007 – 07:10 wib