Rancangan Undang-Undang Lahan Abadi Disusun
Senin, 12 Pebruari 2007 | 08:38 WIB

TEMPO Interaktif, Sukoharjo:Departemen Pertanian tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Lahan Abadi Pertanian untuk melindungi area pertanian agar tak terus berubah fungsi.

Menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, ditargetkan tahun ini rancangan undang-undang ini bisa dibahas Dewan Perwakilan Rakyat.

“Kami akan membuat payung hukum untuk lahan abadi,” katanya setelah menyerahkan bantuan kendaraan operasional bagi penyuluh pertanian lapangan di Desa Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut Anton, idealnya di Indonesia paling sedikit terdapat lahan persawahan seluas 15 juta hektare. Pengalihan lahan atau konversi dari lahan pertanian ke fungsi lain harus dicegah dan mesti ada penambahan area pertanian. Itu sebabnya, pemerintah mentargetkan lahan abadi di area kering dan 15 juta hektare lahan persawahan yang menggunakan irigasi.

Ia menjelaskan lahan abadi merupakan salah satu bagian dari Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan yang dicanangkan pemerintah pada Juni 2005. Penetapan lahan abadi ini untuk menjaga ketersediaan pangan nasional melalui produk swadaya. Tapi prakteknya, penyediaan lahan abadi ini lambat realisasinya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sragen Soeharto Moeksin mengakui daerahnya baru dapat mengupayakan penggunaan sawah seluas 39.759 hektare sebagai lahan abadi dari 43 ribu hektare yang ditargetkan. “Pemerintah Sragen ingin menarik investor,” ujarnya.

Namun, belakangan, pengalihan fungsi lahan di Sragen sudah sangat ketat sehingga sering muncul keluhan dari calon investor. Untuk merealisasi lahan abadi, pemerintah Sragen akan mengkonservasi lahan kritis seluas 28.750 hektare.

Pemerintah Klaten, salah satu daerah sentra beras, juga berupaya menyediakan 30 ribu hektare lahan abadi. “Saat ini luas lahan pertanian di Klaten baru 24.494 hektare,” kata Pudji Untung Surarso, Kepala Dinas Pertanian Klaten.

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/02/12/brk,20070212-92974,id.html