Sampah Banjir di DKI Bersih Dalam Seminggu

Jakarta (ANTARA News) – Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengunggsi (PBPP) mengusahakan agar sampah sisa banjir yang melanda DKI Jakarta dapat diangkut dalam satu minggu.

“Kira-kira seminggu, kita usahakan sampah-sampah tersebut dapat terangkut semua,” kata Koordinator Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengunggsi (PBPP) Suprawoto seusai acara konferensi pers di Jakarta, Minggu malam.

Menurut Suprawoto sampah-sampah yang saat ini ditampung di bahu jalan telah diangkut oleh 123 truk sampah yang ada di DKI.

“Bila armada kurang Bakornas akan menyewa truk sampah untuk itu,” kata Suprawoto. Ia mengharapkan agar dalam penanganan banjir inisiatif dan potensi baik masyarakat maupun pemerintah di daerah ditumbuhkan.

Sementara itu Pemprov DKI Jakarta akan menyewa truk untuk mengangkut sampah pasca-banjir jika truk sampah Dinas Kebersihan tidak mencukupi untuk mengangkutnya.

“Ada keluhan truk kurang (untuk mengangkut sampah),” kata Wagub DKI Jakarta Fauzi Bowo, saat meninjau pengungsi korban banjir di eks SD 09 Pangadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu tengah malam.

Fauzi mengatakan, ia telah meminta aparat terkait dan juga para Walikota untuk menyewa truk jika truk yang tersedia tidak mencukupi

Pada hari Minggu (11/2) pemerintah provinsi (pemrov), TNI dan Polri yang terdiri dari 8372 personel dan masyarakat berhasil mengumpulkan sebanyak 1.150 meter kubik sampah sisa banjir di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.

Dalam pembersihan sampah yang masuk dalam tahap rehabilitasi pasca-banjir tersebut, dihadiri pula oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, dan Walikotamadya Jakpus, Muhayat.

Masyarakat dan aparat keamanan sejak Minggu pagi, bahu membahu membersihkan tumpukkan sampah sisa banjir yang sebelumnya menutupi ruas Jalan Petamburan III, hasilnya jalan yang semula dipenuhi sampah kini sudah terbebas dari gunungan sampah tersebut hingga dapat dilalui kembali kendaraan.

Demikian pula halnya di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung atau Banjir Kanal Barat di Petamburan, tidak luput untuk dibersihkan termasuk halnya dengan di gang-gang kawasan permukiman padat tersebut. Petugas dari Suku Dinas (Sudin) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Jakpus juga melakukan sosialisasi dan penyemprotan disinfektan, guna mencegah munculnya kuman atau virus dari lumpur dan genangan air sisa banjir sepekan lalu.

Data Sudin Kebersihan Jakpus, dari 1.150 meter kubik sampah yang berhasil terkumpulkan itu, sebanyak 540 meter kubik diangkut dengan menggunakan 28 unit truk sisanya ditargetkan dalam dua hari ke depan sudah dapat terangkut semuanya.

“Untuk wilayah Jakpus sendiri, secara keseluruhan sampah yang terkumpulkan sejak 9 Februari 2007 sampai sekarang sebanyak 4.500 meter kubik. Sampah terbanyak berada di wilayah Petamburan dan Benhil,” kata Kasie Penanggulangan Sampah Sudin Kebersihan Jakpus, J Purba.

Menurut dia, daerah lainnya di Jakpus yang turut menyumbangkan sampah sisa banjir itu, yakni, Jati Baru, Kwitang, Kebon Sirih, Kemayoran, Serdang, dan Karet.

Sementara itu, Kasudin Yankes Jakpus, Evi Zelfino, mengatakan, lisolisasi dan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga yang terkena banjir, harus dilakukan guna mematikan bakteri atau kuman pembawa penyakit.

“Selain itu, kami juga menyediakan fasilitas pengolahan air atau PAC (penjernih air cepat), untuk membantu warga dalam mendapatkan air bersih,” katanya.(*)

Copyright © 2006 ANTARA

sumber: http://www.antara.co.id/seenws/?id=52930, 12 Februari 2007 0:36