Akibat Banjir, Infrastruktur Paling Banyak Rusak
Selasa, 13 Pebruari 2007 | 13:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Banjir sepekan telah merugikan wilayah DKI Jakarta hingga Rp 4,7 triliun. Kerugian itu mencakup kerusakan aset dan hilangnya kesempatan.
Kerusakan aset, menurut Kepala Bappenas Paskah Suzetta, paling banyak dari infrastruktur pemerintah.

Sementara, kehilangan kesempatan atau opportunity lost, menurut dia, banyak dialami dunia usaha, khususnya usaha kecil menengah karena tidak bisa berjalan.

Paskah menuturkan, Bappenas tengah melakukan penghitungan aset dengan UNDP–lembaga PBB yang mengurusi program pembangunan. Rencananya, Bappenas akan mengumumkan hasil kajian itu pada 16 Februari 2007. “Penghitungan kerugian berdasarkan potensi kerusakan aset pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, termasuk opportunity lost-nya. Korban jiwa sudah ditangani Bakornas,” ujar Paskah seusai membuka acara seminar nasional Social-Economic Impacts of Man-made Disasters and Its
Potensial Wide-spreading Damage di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (13/2).

Direktur Perkotaan, Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas Luky Eko Wuryanto sebelumnya mengutarakan, angka kerugian akibat bencana banjir, yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sejak 1 Februari lalu diperkirakan mencapai Rp 8 triliun.

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/02/13/brk,20070213-93087,id.html