Bawa Nisan ke Trunojoyo, Korban Banjir Minta Bang Yos Ditangkap
Irwan Nugroho – detikcom

Jakarta – 100 Warga Jakarta yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Korban Banjir (Jarkoba) mendatangi Mabes Polri, Jl Trunojoyo 3, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2007).

Mereka menuntut agar polisi menangkap Gubernur DKI Sutiyoso, Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan aparat Pemprov DKI yang termasuk dalam tim Satkorlak penanganan banjir.

Jarkoba menilai Pemrov DKI lalai dalam mengantisipasi banjir sehingga menyebabkan banyak korban meninggal dunia. Secara hukum, aparat Pemprov DKI dianggap telah melanggar pasal 359 KUHP.

Jarkoba juga menagih janji Sutiyoso tahun 2002 yang mengatakan tidak akan ada lagi banjir di Jakarta, tapi kenyataannya banjir tahun 2007 lebih besar.

Dalam aksinya, mereka membawa bendera kuning dan replika nisan kayu dari gabus sebagai simbol belasungkawa. Mereka juga membacakan doa dan yasinan di depan pintu masuk gedung Bareskrim.

Jarkoba merupakan gabungan dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), Serikat Becak Jabodetabek (Sebaja), Urban Poor Consortium (UPC), Konsorsium Kemiskinan Kota, dan LBH Jakarta.

“Pinginnya polisi segera menindaklanjuti tuntutan ini dengan cepat. Kita serahkan nanti Mabes Polri prosedurnya bagaimana,” kata Edi Saidi, perwakilan dari UPC.

Mereka tiba di Bareskrim pukul 11.00 WIB, namun tidak diperkenankan masuk oleh petugas dan diminta untuk ke Humas. Saat ini mereka menemui Humas Mabes Polri.(mly/nrl)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/13/time/121514/idnews/741526/idkanal/10, 13/02/2007 12:15 WIB