Ciliwung-Cisadane Batal Disodet
Senin, 12 Pebruari 2007 | 16:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Rencana penyodetan antara sungai Ciliwung dan sungai Cisadane batal dilaksanakan. “Pak Wapres (Jusuf Kalla) kurang berkenang, karena terlalu politis masalahnya,” tutur Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen Perhubungan Siswoko di kantornya, hari ini.

Penyodetan itu pun, menurut dia, dinilai kurang tepat, karena kedua sungai ini sama-sama meluap saat musim banjir. Penyodetan Ciliwung-Cisadane
sudah direncanakan sejak 2002. Bangunan sepanjang 800 meter semula akan dibangun di Katulampa, Bogor, dengan dana bantuan Jepang senilai Rp 2,7 triliun.

Sebagai gantinya, tutur Siswoko, aliran air sungai Ciliwung akan dioptimalkan. Rencana ini dibagi menjadi dua pekerjaan: dari Manggarai (Jakarta) ke arah hilir dan dari Manggarai ke arah hulu.

Pekerjaan dari Manggarai ke hilir, dia melanjutkan, adalah dengan menambah kapasitas Banjir Kanal Barat. Sebab, setiap lima tahunan sejak 1996 banjir selalu melimpah. Langkahnya, bibir kanal akan ditinggikan 0,5 meter sampai 1 meter. Saluran kanal juga akan diperbaiki dan dibersihkan dari sampah.

Sedangkan optimalisasi sungai Ciliwung ke arah hulu, tepatnya dari Pintu Air
Manggarai sampai Jembatan Kalibata (Jakarta), pekerjaan yang akan dilakukan adalah normalisasi sungai. Caranya, sungai akan diperlebar hingga 60 meter, dan bagian tengahnya diperdalam. “Sekarang paling lebarnya 10 meter,” kata Siswoko.

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/02/12/brk,20070212-93013,id.html