DESENTRALISASI KEKUASAAN INDONESIA: BISAKAH MENGANTISIPASI TERULANGNYA ANCAMAN BENCANA?

Dalam dua tahun belakangan, Indonesia jelas menderita akibat berbagai bencana: tsunami Desember 2004, gempa bumi Yogya, kekeringan, wabah flu burung, tanah longsor, kecelakaan pesawat dan bencana lumpur. Beberapa bencana ini, di luar kendali, di antaranya bencana tsunami yang menelan begitu banyak korban jiwa. Tapi menurut para pakar, bencana lain, seperti banjir Jakarta, jelas mencerminkan kegagalan pemerintah. Menurut Dr. Purwosantoso, dosen Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, desentralisasi kekuasaan dari pemerintah pusat ke daerah bisa mengantisipasi bencana-bencana yang akan datang. Memang telah dicapai banyak kemajuan. Hanya saja pemerintah pusat harus tetap menjamin bahwa kewenangan akan tetap diberikan ke daerah.

Purwosantoso: “Banyak hal yang harus dilakukan, tetapi yang paling penting adalah jaminan pemerintah pusat bahwa kewenangan akan tetap diberikan di daerah. Kalau tidak ada jaminan itu, maka masyarakat akan ikut-ikutan menyalahgunakan sumber daya alam, menyalahgunakan lingkungan, kalau dia tidak mendapatkan kesempatan untuk mengelolanya dalam jangka panjang.”

Radio Nederland Wereldomroep: “Kalau kita melihat ke bencana terbaru, banjir di Jakarta, bagaimana anda bisa melihat desentralisasi kekuasaan itu?”

Purwosantoso: “Memang ada persoalan internal bahwa tata ruang di Jakarta juga tidak bagus, dan kemampuan Jakarta untuk mengelola migrasi penduduk antar daerah juga sangat terbatas, dan ini memang berakar dari tidak cukup melajunya desentralisasi ekonomi. Jadi yang dilakukan desentralisasi selama ini baru dalam lingkup politik, tetapi distribusi perekonomian, itu masih terpusat di Jakarta. Karena itu maka kemudian Jakarta menjadi tempat tujuan hampir semua orang dan kemudian Jakarta penuh sesak, dan kemudian banjir itu hanya konsekuensi dari itu semua. Sehingga memang desentralisasi yang hanya mencakup aspek politik dan tidak diikuti dengan desentralisasi kegiatan bisnis dan sejenisnya, itu memang tidak banyak mengatasi persoalan.”

Dr. Purwosantoso juga menjelaskan kebijakan desentralisasi bisa membantu mengantisipasi bencana-bencana lain, hanya saja tidak dengan serta-merta. Karena selama ini desentralisasi lebih banyak dimaknai sebagai perebutan kekuasaan dan keuangan dari pusat. Kemudian pengembangan kapasitas di tingkat lokal untuk mengantisipasi potensi bencana, selama ini belum berkembang dengan baik. Ikuti wawancara lengkap Radio Nederland Wereldomroep dengan Dr. Purwosantoso di situs web kami: http://www.ranesi.nl

sumber: Warta Berita – Radio Nederland, 13 Februari 2007