Drainase Kurang, Bekasi Langanan Banjir
Selasa, 13 Pebruari 2007 | 20:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Kota Bekasi akan selalu menjadi langganan banjir karena drainase atau saluran airnya hanya 43 persen atau 9.035 hektare. Padahal luas wilayah Bekasi 21.049 hektare. Idealnya setiap 10 hektare lahan memiliki satu drainase.

“Kalau drainasenya tidak ditambah, Bekasi akan selalu banjir,” kata Koswara Kepala Sub Bidang Prasarana Perkotaan Bappeda Bekasi, hari ini. Saat hujan mengguyur Bekasi awal Februari lalu, sebanyak empat kecamatan tergenang.

Menurut dia, itu terjadi karena saluran keluar dari kawasan pemukiman tertahan di saluran pembuangan utama. Akibatnya terjadi limpasan air ke permukiman. “Kondisi ini merata hampir di semua lokasi,” ujarnya.

Di Kota Bekasi terdapat empat saluran pembuangan utama (primer), yakni daerah aliran sungai Sunter, Cakung, Kali Bekasi dan Kali Sasak Jarang mengalir dari hulu di Bogor. “Tapi empat saluran primer itu telah terjadi penyempitan,” ujar Koswara.

Kepala Bidang Tata Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi, Ruspendi mengatakan sedang berupaya menormalisasi saluran utama dengan melibatkan pihak swasta.

“Saluran air juga kondisinya parah, banyak sampah dan lumpur,” kata Ruspendi. Untuk menormalisasi saluran, pihaknya mengajukan anggaran Rp 50 miliar dalam APBD tahun 2007.

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/02/13/brk,20070213-93150,id.html