Jumlah Pasien Diare Masih Tinggi
Rabu, 14 Pebruari 2007 | 03:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Jumlah penderita diare di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara semakin bertambah. Saat ini jumlahnya mencapai 865 orang. Tenaga medis mulai kewalahan melayani pasien yang datang secara bergelombang.

Data di instalasi gawat darurat RSUD Koja sampai pukul 10.00 siang kemarin, menyebutkan dari jumlah tersebut yang menjalani rawat inap sebanyak 235 orang.

Ida Farida, suster di bagian kebidanan yang diperbantuakan merawat pasien diare mengatakan, jumlah pasien dengan tenaga medis sudah melebihi batas. “Satu orang paramedis harus melayani 10 pasien lebih,” ujarnya. Padahal idealnya satu paramedis melayani 3 orang.

Ruang dan fasilitas pendukung juga kurang. Sehingga 82 pasien balita dirawat di gedung aula dengan menggunakan veldbed. Dan, sebanyak 153 pasien lainnya dirawat di selasar rumah sakit dan di tiga unit tenda besar yang dipasang di halaman parkir.

“Kami juga kesulitan air bersih,” ujar Ida. Tak heran jika di setiap kamar mandi terpasang tulisan, “Dilarang mandi, rumah sakit kesulitan air.” Hingga kemarin, jumlah korban meninggal di rumah sakit itu akibat diare sebanyak empat orang.

Lonjakan pasien tak terjadi di RSUD Tarakan Jakarta Pusat. Jumlah pasien di rumah sakit ini tinggal 165 orang. Padahal sebelumnya 170 orang. Dari jumlah itu, 135 orang pasien diare, 2 pasien Leptospirosis, dan 34 pasien demam berdarah dengue.

“Yang pulang hari ini kemungkinan bertambah,” kata Zuraidah, Kepala Perawatan rumah sakit itu. Meski jumlah pasien berkurang, 67 pasien masih dirawat di selasar rumah sakit.

Dari Jakarta Barat dilaporkan, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue sebanyak 100 orang, penderita diare 467 orang. “Sebanyak 137 penderita diare masih dirawat di rumah sakit,” kata Ariani Murti, Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Barat.

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/02/14/brk,20070214-93169,id.html