Tak Punya Ongkos, Pasien Muntaber Tak Mau Tinggalkan RS Koja
Chazizah Gusnita – detikcom

Jakarta – Pasca banjir yang menggenangi Jakarta, masyarakat tidak hanya mendapati lumpur tapi juga banyak penyakit. Mulai dari muntaber, demam berdarah, ISPA hingga leptospirosis.

Bahkan muntaber sudah menjadi kejadian luar biasa (KLB) lokal di Jakarta Utara karena jumlahnya yang sudah mencapai 600 jiwa dari 1.056 korban banjir di seluruh Jakarta. Para pasien pun memenuhi RS Koja dan rela berdesak-desakan.

“Ada peningkatan korban banjir dari tahun-tahun sebelumnya. Ini KLB untuk Jakarta Utara,” kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya dalam perbincangan kepada detikcom, Jakarta, Rabu (14/2/2007).

Dikatakan Rustam, dari 600 kasus muntaber tersebut sudah 5 orang balita meninggal dunia. Semuanya diakibatkan karena keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit. “Mereka semua dirawat di RS Koja Jakarta Utara,” ujarnya.

Oleh karena itu, tambah Rustam, Departemen Kesehatan (Depkes) sendiri telah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk bekerja dan memberikan perhatian penuh dalam kasus ini. Depkes telah mengirimkan 100 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat untuk menangani kasus muntaber tersebut.

“Kita baru kirim 5 orang lagi untuk dirikan rumah sakit lapangan sebagai bentuk antisipasi karena sebenarnya RS Koja itu daya tampung tempat tidurnya 500,” ujar Rustam.

Rustam menjelaskan keluarga pasien yang terkena muntaber tersebut enggan untuk pindah ke rumah sakit lain karena keterbatasan biaya. “Kita sudah tawarkan tapi alasannya rumah sakit tidak ada biaya karena jaraknya jauh, butuh dana transportasi. Kan mereka umumnya dari keluarga miskin,” tandasnya.

Saat ini, Depkes sedang menunggu hasil laboratorium mengenai penggunaan air bersih yang dipakai pasien muntaber. “Saya sudah wawancara dengan mereka. Umumnya menggunakan air PAM yang dimasak mendidih. Makanya kita tunggu hasilnya dulu,” ujar Rustam.(ziz/nrl)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/14/time/092103/idnews/741903/idkanal/10, 14/02/2007 09:21 WIB