Warga Kampung Melayu Tolak Rusun Panggung

JATINEGARA, WARTA KOTA — Warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, yang setiap tahun kebanjiran, menolak pembangunan rumah susun (rusun) panggung di wilayahnya. Rusun tersebut rencananya akan dibangun Pemerintah Kotamadya Jakarta Timur, sebagai permukiman warga di daerah banjir.

“Pokoknya warga RW 02 dan RW 03 menolak rusun panggung, titik. Saya mengatakan ini bukan atas nama pribadi tapi sebagai wakil dari masyarakat, sebab rencana membangun rusun menurut kami bukan solusi terbaik,” kata Awang Sanwani, Ketua RW 02 Kampung Melayu, Selasa (13/2) siang.

Penolakan itu muncul karena luas rusun panggung yang dianggap tidak sesuai. “Rusun itu cocok ditempati keluarga kecil. Padahal di Kampung Pulo yang dihuni 8.000 jiwa ini kebanyakan dari keluarga besar,” kata Awang.

Selain itu, rusun tesebut tidak bisa dijadikan hak milik, tapi hanya bisa disewa. “Kami lebih memilih tinggal di rumah petak tapi rumah sendiri, ketimbang di rumah susun tapi setiap tahun musti sewa. Kami nggak mampu Pak kalau harus sewa, sebab warga di sini banyak yang miskin,” imbuh Awang.

Katanya lagi, rusun panggung bisa menyusahkan para orang tua. “Di kampung kami ini banyak nenek-nenek dan kakek-kakek. Bagaimana jadinya jika para nenek dan kakek itu harus naik turun tangga dari lantai empat, bisa mampus dah. Nah, yang seperti ini kan tidak dipikirkan oleh pemerintah. Jadi jangan asal bangun saja,” tutur Awang diamini warga lainnya.

Sebaiknya, kata Awang, persoalan banjir bisa diatasi jika pemerintah menggalakkan normalisasi kali Ciliwung. Penyebab banjir di Kampung Melayu selama ini karena saluran kali mendangkal dan menyempit karena banyaknya rumah liar di pinggir kali.

Normalisasi Kali Ciliwung yang membentang di sepanjang Kampung Pulo itu juga perlu pengorbanan. Mau tidak mau, warga yang hidup di pinggir kali itu harus digusur demi kepentingan masyarakat banyak.
Sementara itu, Walikota Jakarta Timur, Koesnan A Halim, yang ditemui di RW 08 Cawang, Kramat Jati, mengatakan pembangunan rusun panggung tinggal menunggu kesiapan masyarakat. Pembangunan rusun panggung itu sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu dan sudah dibuat contoh maketnya.

Dijelaskan Koesnan, jika masyarakat setuju, maka selama pembangunan rusun berjalan masyarakat akan ditempatkan di rumah-rumah kontrakan. Harga sewa rusun panggung itu dipastikan bisa terjangkau oleh masyarakat. Selain di Kampung Melayu, rusun panggung juga diusulkan dibangun di RW 08 Cawang. (ded)

sumber: http://www.kompas.com/ver1/Metropolitan/0702/14/075130.htm, Rabu, 14 Februari 2007 – 07:51 wib