Sejumlah Setu Bersertifikat
Senin 12 Februari 2007, Jam: 23:13:00

DEPOK (Pos Kota) – Sejumlah setu di Depok yang berfungsi untuk menyerap air dan menahan banjir, ternyata sudah diperjual-belikan bahkan di antaranya sudah ada yang bersertifikat atas nama individu.

Hal itu diketahui dengan menyempitnya setu-setu Depok hingga 60 hektar atau 30 persen dari luas asal 176,37 hektar, sebagai salah satu sumbangsih penyebab banjir Jakarta.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkot Depok, Endang Sumarsana mengungkapkan keprihatinannya. “Hal ini tidak bisa dibiarkan, “ komentarnya, kemarin.

Pos Kota, Kamis (9/2), memberitakan setu-setu Depok menyempit hingga 30 persen atau 60 hektar dari luas setu 176,37 hektar bahkan lima dari 26 setu hilang dan berubah fungsi menjadi perumahan rakyat. Kondisi ini diakui pejabat DPU Depok sebagai ikut menyumbang kebanjiran Jakarta.

Kabid Sumarsana menyatakan hasil pendataan sementara yang dilakukannya ada sejumlah setu yang sebagiannya sudah berpindahtangan dari Pemprov Jawa Barat kepada perseorangan sebagai hasil transaksi jual beli. Di antaranya Setu Pladen di Beji, Setu Rawa Besar di Pancoranmas, dan Setu Tipar di Cimanggis.

“Terus terang, dalam rapat di Bandung, saya dipesankan untuk mendata fisik setu secara akurat di lapangan oleh Pemprov Jawa Barat. Karena setu-setu itu kepunyaan mereka sedangkan Depok hanya ketempatan,” ujarnya.

Dikabarkan, Wakil Presiden Yusuf Kalla mencanangkan perbaikan setu dengan alokasi dana APBN Rp 250 milyar agar situ-setu berfungsi seperti awalnya.

sumber: http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=29852&ik=4