Akhirnya Pengungsi Banjir Tinggalkan Sekolah Santa Maria
Nala Edwin – detikcom

Jakarta – Tenda-tenda dirobohkan, perabot dan perkakas rumah tangga digotong 200 pengungsi banjir Kampung Pulo, Jakarta Timur, kembali ke rumahnya. Sampah pun menggunung di kompleks TK-SD-SMP Santa Maria.

Tidak ada perlawanan dari pengungsi Kampung Pulo saat disuruh meninggalkan lokasi pengungsian yang sejak 2 minggu diinapinya tersebut.

Pengungsi tampak sibuk mengepak barang dalam kardus, menenteng dan menggotongnya meninggalkan sekolah yang berlokasi di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Jumat (16/2/2007) pukul 09.00 WIB.

5 Petugas Satpol PP Kelurahan Kampung Melayu terlihat merobohkan 5 terpal warna biru dan 3 tenda pleton warna hijau.

Sampah berserakan di halaman sekolah. Petugas kebersihan pun menyapu sampah-sampah yang menggunung.

“Rumah saya rusak karena itu saya masih bertahan di sini. Tetapi karena disuruh pindah saya terpaksa pulang. Biarin bocor-bocor juga,” kata Sati (40), warga gang I RT01/R02 sambil menenteng barang-barangnya.

Rusli juga melontarkan keluhan yang sama. “Rumah saya masih banyak lumpurnya, sebenarnya masih susah untuk ditempati. Paling tidak seminggu lagilah, tetapi karena diminta pulang ya nggak apa-apa,” kata dia.

Dengan pulangnya pengungsi, aktivitas belajar mengajar di sekolah itu berangsur normal.

TK Santa Maria baru aktif kembali 19 Februari 2007. Sedangkan kelas 1 hingga 5 SD, dan kelas 1 dan 2 SMP sudah masuk 15 Februari. Untuk kelas 6 SD dan 3 SMP telah masuk 12 Februari.(aan/nrl)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/16/time/095539/idnews/742961/idkanal/10, 16/02/2007 09:55 WIB