Kalla Damprat Sutiyoso dan Orang Gedongan
Shinta Shinaga – detikcom

Jakarta – Sudah 85 orang meregang nyawa akibat banjir yang melanda Jabotabek. Ditambah lagi setengah juta orang jadi pengungsi. Wapres Jusuf Kalla pun mendamprat Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan orang-orang gedongan.

“Semakin kaya orang, semakin banyak vila yang dibangun. Jadinya gunung-gunung penuh dengan vila. Area hijau, termasuk sungai, semakin kecil, sehingga tak memadai sebagai sistem drainase,” cetus Kalla dalam wawancaranya dengan AFP, Jumat (16/2/2007).

“Sutiyoso juga harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi, baik ataupun buruk,” ujar pria yang juga merupakan salah satu pengusaha nasional ini.

Meski tidak menampik adanya faktor iklim yang mengakibatkan banjir, Kalla juga menuntut tanggung jawab para pejabat yang terlibat penghancuran dan perusakan akibat pembangunan gedung yang berlebihan tanpa disertai pembangunan drainase.

“Namun di sisi lain, pemerintah nasional juga harus ikut bertanggung jawab,” kata Kalla.

Menurut dia, ada upaya bersama antara Pemprov DKI dengan pemerintah di area sekitarnya untuk menekan dampak banjir tahunan.

“Diharapkan dalam 2 tahun mendatang, meskipun hujan turun sangat lebat, banjir tidak akan seburuk sekarang ini,” katanya.

Kalla pun mewajibkan penanaman pohon-pohon, pembangunan tangki drainase air, dan situ (danau buatan untuk menampung air).

Dituturkan dia, di Jakarta, kanal-kanal yang dibangun pada zaman kolonial Belanda tahun 1920-an akan diperbaiki dan dibangun sejumlah kanal yang baru. (sss/nrl)

sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/16/time/140910/idnews/743115/idkanal/10, 16/02/2007 14:09 WIB