267 Sekolah di Jakarta Rusak Berat Akibat Banjir

Jakarta, Kompas – Banjir pada awal Februari lalu menyebabkan 495 sekolah negeri dan swasta di Jakarta terendam, dan 267 di antaranya rusak berat. Sekolah-sekolah itu kini sudah mulai digunakan kembali sambil terus dibersihkan.

Kerusakan yang terjadi mulai dari dari kerusakan perabot dan buku pelajaran, hingga kerusakan bangunan. Puluhan sekolah juga sempat dipenuhi lumpur dan tumpukan sampah, di dalam gedung serta di halaman sekolah.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Selasa (20/2), para pengelola sekolah yang terendam banjir diminta tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar, sambil menghitung total kerugian. Sekolah-sekolah yang rusak akan segera diperbaiki dengan menggunakan dana cadangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2007.

“Saat ini, APBD sedang diperbaiki oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pemerintah setelah dikoreksi Departemen Dalam Negeri. Segera setelah APBD disahkan, dana cadangan dikucurkan untuk memperbaiki sekolah yang rusak,” ucap Sutiyoso.

Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah mengalokasikan dana untuk penggantian buku-buku pelajaran dan seragam sekolah bagi para korban banjir. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta, terdapat sekitar 165.000 siswa SD yang menjadi korban banjir. Sebagian besar di antara mereka kehilangan buku pelajaran dan seragam sekolah.

Sutiyoso mengatakan, bantuan buku pelajaran dan seragam dari pemerintah dan swasta, akan didistribusikan kepada seluruh siswa yang menjadi korban banjir melalui sekolah masing-masing.

Masih terendam

Di Jakarta Timur, menurut Wali Kota Koesnan Abdul Halim, sebanyak 31 gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terendam banjir. Hingga kini SDN 05 Bidara Cina, Jatinegara, masih terendam air dan tidak bisa digunakan. Para murid pun hingga kini masih diliburkan.

Selain itu ada empat SDN yang gedungnya rusak parah, yakni SDN 07 Susukan, Ciracas, SDN 03 Cawang, SDN 08 Kramat Jati, dan SDN 08 Pulogadung.

“Gedungnya memang sudah tua, karena sudah berusia lebih dari 25 tahun. Banjir semakin memperparah kondisi gedung,” kata Koesnan.

Untuk merehabilitasi kondisi gedung-gedung sekolah itu dibutuhkan dana besar. “Di Jakarta Timur ada lima sekolah yang harus dibangun ulang yakni empat SMP dan satu SD. Biaya satu gedung tiga lantai bisa menghabiskan Rp 5 milyar,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur, Zainal Soleman.

Sementara itu untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak berat perlu biaya Rp 1-1,5 miliar.

Pengaruhi belajar

Kepala Dinas Dikdas DKI Jakarta, Sylviana Murni, menyatakan, kerusakan mempengaruhi kegiatan belajar 81.000 siswa. Banjir pada awal Februari lalu, secara keseluruhan telah berdampak pada 164.290 siswa di Jakarta.

“Sebelum banjir saja ada sekitar 200 gedung sekolah yang harus dirombak total. Setelah banjir ada tambahan 297 gedung sekolah yang rusak, dengan kebutuhan perbaikan bervariasi dari ringan hingga berat,” ujar Kepala Dikdas DKI Jakarta Sylviana Murni. Dia mengatakan itu seusai penyerahan bantuan 5.000 paket pendidikan dari Astra Internasional di SDN 01 Pengadegan, Jakarta Selatan. (eca/arn/ong)

sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/21/metro/3333229.htm