Dana Cadangan untuk Rehabilitasi Pascabanjir

[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan, pihaknya akan menggunakan dana cadangan Pemprov DKI Jakarta untuk rehabilitasi sarana pascabanjir bila anggaran dinas teknis tidak mencukupi.

“Untuk perbaikan sarana dan prasarana digunakan dahulu dana pemeliharaan yang sudah dialokasikan pada dinas masing-masing, bila tidak mencukupi baru gunakan dana cadangan,” kata Sutiyoso di Jakarta, Selasa (20/2).

Dipaparkan, dengan jumlah dana cadangan yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta saat ini sekitar Rp 700 miliar, tidak akan menjadi masalah bila digunakan untuk perbaikan pascabanjir. “Bila memang besar penggunaannya, pada tahun anggaran berikutnya dapat dianggarkan kembali untuk dana cadangan tersebut,” katanya.

Akibat banjir, sejumlah 350 ruas jalan seluas 1,03 juta m2 di Jakarta mengalami kerusakan ringan dengan kerugian Rp 169,7 miliar. Jalur busway mengalami kerusakan juga dengan kerugian Rp 20 miliar, jembatan sebanyak dua unit dengan luas 805 m2 rusak ringan dan kerugian mencapai Rp 6,4 miliar, sedangkan jembatan gantung rusak satu unit dengan luas 135 m2, kerugian mencapai Rp 2,5 miliar.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta menyatakan, saat banjir terdapat 495 gedung sekolah yang terendam, 82 di antaranya memerlukan perbaikan total. Padahal, di antara sekolah tersebut ada yang tidak termasuk ke dalam daftar sarana yang akan diperbaiki dengan APBD 2007.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar Sylviana Murni memaparkan, tanpa adanya banjir sebanyak 895 gedung sekolah memerlukan perbaikan ringan sementara 200 gedung memerlukan perbaikan total. Jumlah sekolah dasar di DKI Jakarta mencapai 1.509 gedung. “Untuk yang rehab ringan menggunakan dana opersional sekolah. Rehab total berasal dari dana APBD DKI Jakarta,” katanya.

Hingga tiga pekan pascabanjir di Jakarta, Gubernur menyatakan, saat ini proses rehabilitasi masih sampai pada pembersihan sampah dan kotoran sisa banjir. Sutiyoso menargetkan, proses rehabilitasi jangka pendek yaitu membersihkan seluruh wilayah Jakarta dari sampah dan lumpur dapat selesai paling lambat pada akhir pekan ini.

Pada kesempatan itu, Sutiyoso menyatakan, semua kebutuhan alat berat pinjaman dari sejumlah perusahaan untuk pembersihan sampah dan lumpur sisa banjir telah dipenuhi. “Semua sudah dipenuhi sesuai dengan permintaan yang kita sampaikan saat ini,” kata Sutiyoso.

Jakarta membutuhkan tambahan 327 alat berat untuk membersihkan sisa sampah dan lumpur pascabanjir yang melanda Ibukota, proses rehabilitasi yang dimulai sejak Sabtu (10/2), ternyata masih membutuhkan tambahan alat berat, meski telah mengerahkan peralatan milik Pemprov, TNI, dan Polri. [Ant/N-6]

sumber: http://www.suarapembaruan.com/News/2007/02/21/Jabotabe/jab04.htm
Last modified: 21/2/07