Korban Terus Bertambah

Jakarta, Kompas – Usaha pemerintah untuk memperbaiki sanitasi lingkungan di Jakarta pascabanjir belum menampakkan hasil positif. Pasien diare, demam berdarah dengue atau DBD, dan leptospirosis masih banyak dan memenuhi beberapa rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Wibowo Sukijat, Selasa (20/2), menyebutkan, pasien diare bertambah 150 orang dari hari sebelumnya sehingga menjadi 2.764 orang sepanjang Februari ini. Jumlah pasien yang dirawat 726 orang dan terbanyak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja 198 orang, RSUD Tarakan 135 orang, dan RS Sulianti Saroso 108 orang.

Penderita DBD juga terus bertambah. Jumlah pasien DBD di berbagai rumah sakit di Jakarta pada Selasa bertambah 158 orang dari hari sebelumnya sehingga total pasien DBD selama Februari menjadi 1.674 orang. Jumlah pasien yang meninggal juga bertambah satu orang sehingga total korban meninggal akibat DBD menjadi 9 orang pada Februari atau 17 orang sejak Januari.

Di Banten, penderita DBD yang meninggal dunia satu orang, yaitu Kholifah (20), warga Desa Pulo Ampel, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Jumlah penderita leptospirosis atau kencing tikus di Jakarta juga terus bertambah. “Kami masih merawat pasien leptospirosis yang hingga kini sudah 41 orang. Beberapa pasien sudah membaik, tetapi lima pasien kondisinya masih kritis dan hilang kesadaran,” kata Nazir, dokter spesialis penyakit dalam, didampingi Zuraidah, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.(eca/nta/nel)

sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/21/utama/3333172.htm, Rabu, 21 Februari 2007