Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional di Depok
Pasien Leptospirosis Meningkat

[JAKARTA] Penyakit yang menyerang warga Jakarta dan sekitarnya pascabanjir belum usai. Setelah pasien yang menderita diare dan demam berdarah dengue (DBD) memenuhi sejumlah rumah sakit di Jakarta, kini giliran pasien yang diduga menderita sakit leptospirosis.

Berdasarkan data terakhir yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, sekitar 39 orang kini menjalani perawatan karena diduga terkena infeksi bakteri Leptospira. “Tadi malam, datang 13 pasien dengan dugaan awal leptospirosis,” ungkap Kepala Bidang Keperawatan RSUD Tarakan, Zuraidah, kepada Pembaruan, Rabu (21/2) pagi.

Ditambahkan, dokter bagian penyakit dalam juga saat ini sedang memeriksa sekitar ratusan pasien yang mengidap penyakit lainnya. Sebagian besar di antaranya, tutur Zuraidah, adalah warga korban banjir. “Tapi enggak semuanya diduga lepto,” tandasnya.

Selain dirawat di RSUD Tarakan, informasi yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan, para pasien leptospirosis juga dirawat di beberapa rumah sakit lainnya, seperti RS Fatmawati tiga pasien, RS Cengkareng tiga pasien, dan RS Gading Pluit seorang pasien.

Ciri-ciri yang mungkin terlihat dari pasien leptospirosis di antaranya demam ringan dan tinggi yang disertai perasaan menggigil, nyeri di bagian kepala, lemah dan lesu sepanjang hari, nyeri otot khususnya di bagian betis sehingga agak sulit berjalan, dan kerap mengalami mual dan muntah.

Sedangkan untuk pencegahan dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan disinfektan seperti karbol pada saat membersihkan rumah yang sempat tergenang banjir.

Lebih lanjut Zuraidah mengatakan, jumlah pasien yang menderita diare dan DBD saat ini mulai menurun. Tren penurunan tersebut, paparnya, terlihat dari mulai berkurangnya jumlah warga masyarakat yang masuk ke rumah sakit dibandingkan jumlah pasien yang keluar atau sembuh.

“Secara sepintas sedikit mereda dibandingkan hari Senin dan Selasa kemarin. Mudah-mudahan hari ini juga semakin membaik,” katanya.

Dipaparkan Zuraidah, jumlah pasien diare yang saat ini dirawat di RSUD Tarakan ada sebanyak 115 orang. Dari jumlah tersebut, lanjut dia, 103 pasien di antaranya adalah anak-anak dan 12 pasien dewasa.

Kondisi sebaliknya terjadi untuk pasien DBD. Dari sebanyak 56 pasien yang dirawat di RSUD Tarakan, tuturnya, sekitar 36 orang di antaranya adalah pasien dewasa.

Imunisasi

Sementara itu, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengimbau warga yang mempunyai anak balita agar membawa anaknya ke posyandu atau puskesmas untuk memperoleh imunisasi campak, polio, dan vitamin A.

“Imunisasi bertujuan mempersiapkan generasi mendatang yang sehat dan cerdas guna menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik,” kata Nur Mahmudi, seusai pencanangan PIN di Aula Majelis Zikir RW 03, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Selasa (21/2).

Imunisasi ini merupakan program nasional yang dilaksanakan serentak selama satu bulan mulai 20 Februari hingga 20 Maret 2007. Hadir mendampingi Wali Kota Depok, antara lain Ketua TP PKK Kota Depok, Hj. Nur Azizah Tamhid beserta pengurus, Sekcam Pancoran Mas, Lurah Depok, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Kepala Stasiun Depok Lama dan Ketua RW 03.

Ia mengatakan, kegiatan imunisasi polio dan campak serta pemberian vitamin A dibutuhkan dalam upaya menjaga kesehatan anak-anak hingga usia lima tahun. Jumlah balita berusia 0-59 bulan di Kota Depok yang akan menerima vaksin sebanyak 161.746 balita.

Lebih lanjut Nur Mahmudi mengatakan, dalam pelaksanaan program ini pemerintah pusat bertanggung jawab untuk penyediaan vaksin sementara Pemkot Depok menyediakan tenaga medis, sukarelawan dan tempat-tempat dilangsungkannya imunisasi.

Ia mengingatkan, warga untuk menggiatkan kembali kegiatan kebersihan di lingkungan masing-masing setiap hari Sabtu dan Minggu serta berharap tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke selokan ataupun sungai.

Campak merupakan penyakit menular berbahaya, yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan kematian pada anak-anak. Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi. Gejala awal penyakit campak adalah demam, pilek, batuk, ruam pada kulit, mata merah berair dan sulit bernafas. Vaksin campak sangat aman dan tidak mempunyai kontra indikasi dalam pemberiannya. [Ant/P-11]

sumber: http://www.suarapembaruan.com/News/2007/02/21/Jabotabe/jab01.htm
Last modified: 21/2/07