BELANDA KIRIM TIM PAKAR AIR KE JAKARTA

Pekan ini Belanda mengirim tim pakar air ke Indonesia untuk menasehatkan pemerintah Jakarta menemukan jalan keluar banjir, suatu masalah tahunan. Awal bulan ini 85 orang tewas dalam banjir. Setengah juta orang terpaksa meninggalkan rumahnya. Rangkuman wawancara Radio Nederland Wereldomroep dengan Lennaard Silvis dari NWP, organisasi payung sektor air Belanda.

Tim yang dikirim ke Jakarta terdiri dari dua pakar Belanda. Dua orang ini akan berusaha mengumpulkan pejabat-pejabat pemerintah untuk bersama-sama mencari jalan keluar masalah banjir di Jakarta. Ini dilakukan atas permintaan Jakarta. Menurut Lennaard Silvis dari NWP, organisasi payung sektor air Belanda, langkah pertama adalah melibatkan wakil-wakil tertinggi departemen-departemen yang terlibat masalah banjir. Itu yang pertama dilakukan.

Lima tahun lalu, setelah banjir tahun 2002, Belanda juga pernah memberi bantuan. Ketika itu dirancang sebuah rencana aksi. Kemudian dicari tahu apa yang bisa dilakukan dalam jangka pendek untuk mencegah banjir pada tahun-tahun berikut. Rencana aksi ini, sayangnya tidak membuahkan hasil. Kini pemerintah RI merasa perlu mengambil tindakan. Belanda kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang pelbagai departemen ke meja perundingan sehingga bisa dicapai suatu kata sepakat. Karena sejauh ini seolah-olah tidak ada koordinasi yang baik antara pelbagai departemen.

Belanda berpengalaman besar di bidang pengelolaan air, baik di Belanda dan sejak dasawarsa belakangan juga di Indonesia. Banyak pakar Belanda punya pengetahuan bagaimana harus mengelola air secara baik. Dengan pengetahuan itulah maka Belanda berharap bisa membantu Indonesia mengatasi masalah banjir.

Banjir disebabkan curahan hujan lebat. Melihat situasi di Jakarta 50 tahun lalu, maka banjir tidak separah sekarang dan tidak berdampak terhadap jumlah orang sebesar sekarang. Namun Jakarta semakin besar. Bukan hanya kota Jakarta sendiri, melainkan kawasan tinggi sekitar Jakarta semakin padat penduduknya. Juga dibangun lebih banyak jalan dan sebagainya. Tidak ada tempat lagi untuk menampung air hujan, sehingga air itu bisa meresap ke dalam tanah dan perlahan-lahan mengalir ke sungai. Kini air hujan cepat sekali turun ke Jakarta. Sebenarnya banyak tindakan yang bisa diambil untuk cepat mengalihkan air itu.

Tujuan pengiriman tim pakar air Belanda ke Jakarta tidak hanya untuk menemukan jalan keluar darurat. Jakarta kini juga menghadapi masalah air minum. Belanda misalnya menawarkan beberapa unit penjernihan air. Tapi untuk itu, Belanda masih menunggu dana untuk membiayai proyek ini. Tapi yang lebih diutamakan adalah menemukan jalan keluar untuk jangka panjang, misalnya mengeruk sungai di Jakarta karena penuh lumpur, sehingga air tidak bisa mudah mengalir keluar Jakarta. Tapi juga dilakukan pengerukan kanal-kanal di Jakarta. Lumpur di kanal tersebut mengakibatkan kemampuan kanal itu menampung air, menjadi lebih kecil.

Semua langkah ini sebenarnya juga telah disebut dalam rencana tahun 2003. Namun kini rencana itu akan diluncurkan kembali untuk membantu warga Indonesia turun tangan. Pelaksanaan rencana ini jelas butuh dana. Dana ini harus datang dari pemerintah RI sendiri dan sebagian juga dari pinjaman seperti lembaga-lembaga seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia. Dana yang dibutuhkan itu bisa mencapai milyaran euro.

sumber: Warta Berita – Radio Nederland, 22 Februari 2007