TANGKI AIR UNTUK ATASI BANJIR JAKARTA

Jalan keluar masalah air di Jakarta tidak optimal. Demikian laporan koran Singapura The Straits Times. Rencana pemerintah DKI untuk membangun kanal air senilai 300 juta dolar dianggap beberapa pengamat tidak optimal. Kanal hanya dapat membuang air ke laut sementara akan lebih baik bila air hujan dapat ditampung dan didistribusikan ke warga. Pembangunan tanki air bawah tanah di daerah rawan banjir dianggap lebih baik. Tanki air dapat menampung air banjir yang kemudian dapat digunakan untuk mengatasi kelangkaan air Jakarta.

The Straits Times menyebut ada beberapa permasalahan yang dihadapi untuk membangun sistem air yang baik. Pertama masalah otoritas. Di Jakarta ada tiga otoritas berbeda yang menangani permasalahan air. Sulit untuk mencari jalan keluar yang bisa menyatukan kepentingan masing-masing otoritas. Masalah kedua adalah biaya. Diperkirakan Jakarta butuh setidaknya lima sampai enam milyar dollar untuk membangun sistem air yang baik. Pemerintah pusat telah berupaya mengajak investor asing untuk membangun sistem air yang baik di Jakarta. Namun keuntungan yang ditawarkan relatif kecil yang membuat investor enggan.

Demikian The Straits Times dan demikian pula tinjauan pers kali ini.

sumber: Warta Berita – Radio Nederland, 26 Februari 2007