Terowongan Air Dibangun di Jakarta
Kamis 1 Maret 2007, Jam: 22:32:00

JAKARTA (Pos Kota) – Banjir bisa dikelola sebagai bahan baku air minum di Jakarta. Sebab itu, Pemda DKI segera membangun terowongan air bawah tanah (reservoir). Untuk pembangunannya dibutuhkan dana Rp 4,3 triliun.

Reservoir tersebut berukuran besar yang terletak 100 meter dibawah permukaan tanah. Diameter reservoir 18 meter dan panjang 18 kilometer.

Reservoir tersebut dianggap salah satu cara pengelolaan air permukaan, air tanah, dan air limbah. “Reservoir mampu menampung sebanyak 30 juta meter kubik air,” kata Fauzi Bowo, Wakil Gubernur, usai pemaparan Kepala Badan Regulator Pelayanan Air Minum Ahmad Lanti tentang Konsep Manajemen Sumber Daya Air Terpadu Metropolitan Jakarta Deep Tunnel Reservoir System (DTRS), Kamis (1/3).

Ia yakin reservoir juga dapat dipakai untuk menangani banjir, sebagai sumber air baku PDAM, dan tempat penampungan air limbah. “Dengan adanya penampungan di bawah tanah ini, air yang mengalir ke sungai akan lebih bersih karena telah melalui penyaringan di reservoir., ucapnya.

Pembangunan reservoir tersebut tidak membutuhkan pembebasan lahan karena dibangun 100 meter di bawah tanah.
Reservoir direncanakan dibangun di daerah yang sering dilanda banjir yakni mulai Bukit Duri, Kampung Melayu, Manggarai, Karet, Grogol hingga Muara Angke.

Menurut Fauzi Bowo, hal tersebut merupakan bagian dari Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB) untuk menangani banjir di ibu kota.

sumber: http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=30342&ik=3