Tolak Banjir, Jakarta Jadi Kota Waduk
Jumat, 02 Maret 2007, 13:56:58 WIB
Laporan: Fatahillah

Jakarta, Rakyat Merdeka. Untuk mengatasi banjir di Jakarta, Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman mengusulkan pembangunan 40 waduk resapan dengan luas 810 hektar.

Selain itu kata dia, akan dihidupkan kembali penggunaan sungai purba, dengan cara membangun waduk resapan di bagian hilir yang bisa menjadi persediaan air baku. Hal tersebut dikatan Menristek usai pemaparan penanganan banjir di hadapan Gubernur DKI, Sutiyoso, Jumat (2/3).

Lebih lanjut dikatakannya, waduk tersebut akan dibangun di Kelurahan Halim Perdana Kusuma bagian timur runway seluas 60 hektar. Sementara itu waduk serupa juga dibangun di Kelurahan Setu seluas 40 hektar untuk menampung aliran kali Sunter.

Waduk serapan juga dibangun di Kelurahan Penggilingan seluas 40 hektar untuk menampung aliran air sungai Buaran. Selain itu kata Menristek, waduk resapan juga dibangun di atas lahan di Kelurahan Sukmajaya seluas 100 hektar, di kelurahan Citayam seluas 150 hektar, Bojong Gede 200 hektar. Tiga waduk tersebut akan menampung alirang sungai Ciliwung.

Sedangkan untuk menampung aliran kali kali Krukut, Menristek mengusulkan untuk membangun waduk serupa di Cilandak timur seluas 15 hektar, Pondk Labu seluas 6 hektar, Cigandul 30 hektar serta dua waduk resapan yang dibangun di Sawangan baru 100 hektar serta Lebak Bulus 10 hektar. Waduk tersebut dibangun untuk menampung aliran kali Pesanggrahan.

“Kami sudah membangun waduk resapan di lahan lahan UI Depok yang dibangun dengan dana Rp 2 miliar. Sementara itu pembebasan laghan akan dilakukan Pemerintah Daerah, sedangkan pembangunan fisik akan ditangani Pemerintah Pusat.” demikian papar Kusmayanto, sembari menambahkan saat ini pihaknya telah membangun waduk resapan di kawasan Pasar Minggu dengan dana Rp 2 miliar. hta

sumber: http://www.rakyatmerdeka.co.id/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=29431