Hore, Bantuan Banjir Rp 5 Juta/Rumah Sudah Ngucur
Rabu, 07 Maret 2007, 20:33:37 WIB

Laporan: Fatahillah

Jakarta, Rakyat Merdeka. Setelah menunggu lama, akhirnya masyarakat kecil sudah bisa menikmati dana Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengucurkan dana tersebut ke 10 kelurahan.

Budihardjo, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) DKI Jakarta menerangkan 10 dari 267 kelurahan di Jakarta itu berada di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Sedangkan, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan belum mendapat pencairan dana PPMK.

Di Jakpus, dana PPMK yang sudah cair ada di kelurahan Gambir dan Petojo Utara. Di Jakbar, kelurahan Kebon Jeruk, Taman Sari dan Tegal Alur. Di Jakut, ada lima kelurahan yang sudah mendapatkan dana PMK yaitu di Ancol, Koja, Sungai Bambu, Kalibaru, dan Lagoa. “Sisanya, kami akan mencairkan dana PPMK dalam waktu dekat secara bertahap,” katanya, Rabu (7/3), di Balaikota.

Guna menindak lanjuti dana itu, sambungnya, dewan kelurahan diwajibkan membuka rekening untuk mencairkan dana PPMK ke warga korban banjir yang telah mengajukan proposal ke dekel. “Kalau proposal sudah jadi, mereka segera mencairkan dana tersebut,” imbuh Budiharjo.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyayangkan lambannya respon masyarakat mengajukan proposal sehingga pencairan dana PPMK ikut terhambat. “Saya juga heran apa susahnya bikin proposal. Nanti, akan saya cek apa susahnya,” kata bekas Pangdam Jaya itu.

Ketua Forum Komunikasi Dewan Kelurahan (FK-Dekel) DKI Jakarta Mohamad Yusuf menjelaskan, setiap warga yang rumahnya rusak akibat banjir bisa memperoleh bantuan bantuan PPMK maksimal Rp 5 juta. “Plafonnya paling tinggi Rp5 juta biar semua warga bisa kebagian,” kata Yusuf, di gedung DPRD DKI, Rabu (7/3) seraya mencontohkan terdapat 2.000 Kepala Keluarga (KK) yang mengajukan bantuan rehabilitasi rumah akibat banjir.

Pemberian dana PPMK bagi korban banjir, lanjutnya, akan lebih diprioritaskan kepada warga yang masuk kategori miskin. Dengan menetapkan empat kategori, yakni warga yang dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT), Keluarga Miskin (Gakin), Beras Mikin (Raskin), dan hasil studi di lapangan.

Dana yang sudah dicairkan hari ini, kata Yusuf, baru di kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara. Sedangkan, wilayah lain belum ada yang dikucurkan ke masyarakat. “Kalau Warakas, saya perkirakan minggu depan,” tambahnya.

Meski demikian, tambahnya, tidak ada kesulitan yang berarti di lapangan karena sudah dilakukan sosialisasi. Hambatannya hanya di verifikasi lapangan terutama mengenai data-data kerusakan rumah. “Lambatnya pencairan kemungkinan karena kita harus melengkapi data proposal dengan foto kerusakan rumah. Itu kan butuh waktu,” tuturnya.

Selain itu, kendala lainnya yaitu 80 persen Dekel di Jakarta merupakan Dekel baru. “Mereka banyak yang belum paham pencairan dana PPMK,” kata dia.

http://www.rakyatmerdeka.co.id/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=29785