Jakarta Utara Masih Terbelenggu Kemiskinan

jakarta, kompas – Satu-satunya wilayah kota di DKI Jakarta yang masih didominasi persoalan kemiskinan adalah Jakarta Utara. Belenggu kemiskinan tampak nyata di sejumlah pusat permukiman padat penduduk, seperti Kalibaru, Cilincing, Rorotan, Tanah Merah, Pademangan Barat, Rawa Bebek, Penjaringan, dan Kamal Muara.

Kalibaru, misalnya, termasuk kelurahan tertinggal dan miskin karena penduduk di sini umumnya tidak mempunyai penghasilan tetap, penganggur, dan buruh serabutan. Belasan ruas jalan lokal rusak parah. Rumah-rumah dibangun seadanya, berlantai tanah, reyot dan kumuh.

“Kebanyakan penganggur, tak jarang banyak warga ditangkap polisi karena terlibat tindak kriminal,” ujar Suhendar (37), warga Gang Macan, Kalibaru. Wakil Camat Cilincing Junadi juga mengakui bahwa di wilayahnya ada dua pusat permukiman yang miskin, yakni Kalibaru dan Cilincing.

Persoalan yang sama terjadi di Penjaringan dan Pademangan Barat serta sejumlah permukiman padat lainnya, seperti Rawa Bebek dan Kebon Tebuh, Pluit. Kelurahan Penjaringan, terutama yang berada di sekitar Jalan Tol Pluit ke arah Ancol, tampak kumuh. “Warga di sini kebanyakan pemulung,” kata Mat Juber (37), warga Penjaringan.

Wali Kota Jakarta Utara Effendi Anas mengakui, masih banyak penduduknya yang miskin. Dari jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, 27 persen di antaranya miskin. Jumlah itu terbesar dibandingkan dengan kota-kota lain di DKI Jakarta.

Dia juga melukiskan, kemiskinan itu semakin parah setelah lebih dari 7.780 buruh kehilangan pekerjaan tetap akibat 68 perusahaan di sektor jasa perdagangan dan industri di Jakarta Utara gulung tikar dalam dua tahun terakhir. Efek domino dari masalah ini ialah memperlemah peluang kesejahteraan rakyat dan buruh terjebak kemiskinan. (CAL)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/07/metro/3364399.htm