Langgar Sempadan Situ Ciledug
Pembangunan Pamulang Square Dihentikan Sementara

[TANGERANG] Pembangunan Pamulang Square, yang berlokasi di Jalan Raya Pamulang, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kabupaten Tangerang dihentikan sementara karena dinilai melanggar sempadan Situ Ciledug, yang dikhawatirkan akan menimbulkan banjir bagi warga sekitarnya. Pengembang mal Pamulang Square dianggap telah melanggar kelestarian lingkungan.

Kepala Bidang Pengawasan Bangunan, Dinas Bangunan dan Pemukiman, Kabupaten Tangerang, Mursan Sobari kepada wartawan, seusai pertemuan dengan Pengembang Pamulang Square di Tigaraksa, Kamis (8/3) mengatakan, pihaknya memberikan waktu kepada pengembang untuk membongkar sendiri bangunan yang menjorok sepanjang 30 meter dari sempadan Situ Ciledug karena telah melanggar sepadan situ. “Bangunan itu memang melanggar sehingga harus dibongkar,” kata Mursan.

Pertemuan kedua pihak berlangsung secara tertutup mulai pukul 11.00 WIB di ruang rapat Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Tangerang. Hadir dalam pertemuan itu perwakilan PT Indoland Perkasa, pengembang Pamulang Square dan instansi terkait, seperti Dinas Bangunan dan Pemukiman, Dinas Tata Ruang dan Pertanahan, Dinas Pengairan dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring Dinas Bangunan dan Pemukiman, diketahui pembangunan Pamulang Square tidak sesuai dengan izin mendirikan bangunan (IMB) yang telah diterbitkan pada 6 Oktober 2006 lalu, bernomor 644.1/1721-DBP/2006 dan dianggap melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2001 tentang IMB.

Garis Sepadan

Menurut Kepala Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Tangerang M Hidayat, ketidaksesuaian pembangunan Pamulang Square adalah pada luas dan bangunan sesuai gambar, yang telah disetujui dan garis sepadan situ, yang seharusnya 50 meter atau 42,5 meter dari batas lahan. Namun, garis sempadan situ saat ini hanya 29 meter dari batas lahan. “Terdapat pelanggaran 13,5 meter,” kata Hidayat.

Hidayat menjelaskan, pihaknya telah tiga kali menyampaikan surat teguran kepada pengembang Pamulang Square, namun tidak digubris. Selain itu, pihaknya juga telah mengirim surat perintah penghentian pelaksanaan penggunaan bangunan (SP4B) dan surat perintah pembongkaran. “Untuk tindaklanjutnya, kami serahkan kepada Satpol PP untuk mengambil tindakan sesuai aturan,” kata Hidayat.

Kepala Seksi Penertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang, Tolib Effendi menyatakan, pihaknya memberikan waktu selama enam minggu kepada pengembang untuk membongkar sendiri bangunan yang dianggap melanggar sesuai dengan prosedur. “Jika lewat dari enam minggu, akan kami buldoser,” kata dia.

Sementara itu, July Mangaratua, perwakilan dari PT Indoland Perkasa, selaku pengembang sekaligus konsultan Pamulang Square menyatakan, akan menghentikan sementara pembangunan proyek mereka guna mengevaluasi dan mengukur kembali batas-batas yang telah ditentukan dalam pembangunan.

Pembangunan Pamulang Square sebelumnya mendapat tantangan dari masyarakat sekitar karena telah merugikan lingkungan sekitar. Masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Pamulang (FKMP) telah sering kali mempersoalkan pembangunan tersebut, apalagi lokasi pembangunan itu berdampingan dengan Situ Muara Tujuh. [132]
——————-
Last modified: 10/3/07
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/03/10/Jabotabe/jab04.htm