Selasa, 06 Maret 2007
Kota Kita

Reformasi Pohon

NIRWONO JOGA

Angin kencang telah menumbangkan pepohonan besar yang mengancam jiwa manusia. Tidak sedikit yang luka-luka, mobil hancur, bahkan ada yang tewas tertimpa pohon tumbang.

Kerusakan akibat pohon tumbang yang selalu terjadi di musim pancaroba dan telah menimbulkan banyak korban seharusnya dapat diminimalkan.

Dinas Pertamanan DKI Jakarta harus melakukan reformasi total terhadap pengelolaan pohon-pohon di Jakarta untuk mengantisipasi dan memitigasi kerusakan dan korban akibat pohon tumbang.

Jika tidak, ancaman pohon tumbang (juga papan reklame, tiang listrik, atau menara pemancar roboh) akan membuat warga ketakutan (paranoid) saat memarkir kendaraan, terjebak kemacetan, atau melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan besar di saat hujan lebat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memiliki unit reaksi cepat yang tanggap dalam memberikan pertolongan darurat, menyingkirkan pohon tumbang, serta mengangkut dan mengolah sampah pohon.

Pohon adalah bagian integral dari lanskap (visual dan ekologi) jalan. Setiap kali jalan dibangun, pohon dalam massa besar ditanam berjajar membentuk koridor jalan yang meneduhkan.

Desain lanskap jalan raya Jakarta tidak dirancang secara matang sehingga jalur hijau jalan tidak menyiapkan lebar median yang memadai. Pohon yang ditanam banyak tidak sesuai peruntukan, standar keamanan dan keselamatan, sehingga pohon tumbuh tidak pada tempat yang semestinya.

Kegiatan pelebaran jalan telah mempersempit median jalur hijau dan jalur pedestrian sehingga membuat pertumbuhan batang tercekik dan akar tertekan beton serta aspal jalan. Akar pohon tidak mendapat suplai air sama sekali sehingga akar keluar merusak konstruksi jalan dan jalur pedestrian.

Kondisi pohon pun hidup segan mati tak mau. Daya cengkeram akar ke dalam tanah tidak kuat. Cabang dan batang pohon hitam terbeban serapan gas polutan, menjadi getas mudah patah, semplak, dan tumbang tertiup angin kencang.

Data pohon sejumlah 4.609.684 (2005) perlu segera disurvei ulang, dideteksi tingkat kesehatan dan keamanan pohon, diambil tindakan perawatan, pemeliharaan, dan diasuransikan.

Singapura, Kuala Lumpur, dan Melbourne telah memiliki standar kinerja, kompetensi pekerjaan, dan sertifikasi tenaga pengawas pohon dan pelaksana pemeliharaan pohon yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan pohon.

Teknik perawatan pohon meliputi pemangkasan dahan, pembentukan percabangan batang, dan penebangan pohon melalui standar prosedur operasional yang jelas dan sangat ketat.

Dengan teknologi GPS dalam PDA, peta lokasi dan data kondisi terkini pohon yang sehat, sakit, atau akan tumbang dapat diketahui secara rinci, akurat, dan terus diperbarui setiap saat secara online di lapangan. Kondisi pohon yang sakit dilaporkan dan segera ditindaklanjuti.

Jika ada pohon yang tidak sesuai peruntukan (membahayakan publik), dipindah; pohon sakit dirawat, pohon berlubang ditambal, pohon keropos atau akan tumbang ditebang dan diganti pohon besar baru yang lebih baik. Pemilihan jenis pohon yang tepat dan cara penanaman yang memenuhi syarat untuk menghindari mudah tumbang dikombinasikan dengan teknologi modern pemeliharaan pohon.

Penanaman pohon baru siap tanam (bibit pohon biji) wajib dilaksanakan sekarang juga. Pemprov DKI Jakarta telah menargetkan penanaman 6.202.816 pohon dari total 10.812.500 pohon (Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010) di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pohon merupakan tulang punggung ruang terbuka hijau kota penghasil oksigen, penyimpan air, penyerap gas polutan, peredam kebisingan, peredam angin, dan peneduh kota yang penting bagi kelangsungan hidup kota dan kita.

Warga kota berhak mendapatkan hak atas keamanan dan keselamatan publik, hak atas kesehatan lingkungan, hak atas fasilitas kota yang baik, dan hak partisipasi umum. Hak atas keamanan dan keselamatan publik mendapatkan rasa aman di jalanan dan ruang publik kota, perlindungan bencana lingkungan, dan jaminan keamanan teknis konstruksi terbangun.

NIRWONO JOGA Arsitek Lanskap

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/06/metro/3362644.htm