Revolusi Hijau Dan Biru

Didik J. Rachbini, Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi PAN

SETELAH revolusi hijau di ber­bagai belahan dunia be­berapa dekade yang lalu ber­hasil menyelamatkan umat ma­nusia dengan kecukupan pangan, maka bagi Indonesia masih ada kesempatan me­man­faatkan potensi sum­ber­daya alam, yakni lautan yang amat luas. Untuk mem­an­faat­kan potensi ini, maka perlu ke­bi­jakan induk atau lebih ekst­rim suatu tin­dakan revolusi biru.

Potensi ini sa­ngat besar tetapi sa­yang tidak di­ke­lola dengan ma­­ksimal se­hing­ga bangsa-bang­sa lain, yang justru me­man­faat­kan­nya. Eks­por ke­lau­tan kita sangat ren­dah di­ban­ding­kan Thai­land, yang tidak me­miliki laut se­luas laut di Ind­onesia.

Di Indonesia tercatat dalam se­jarah bahwa kecukupan pang­an dalam kebijakan swa­sembada beras dicapai deng­an usaha kebijakan yang se­rius, sistematis dan ber­ke­si­nam­bungan. Meskipun ba­nyak kelemahan, kecukupan pa­ngan yang dicapai saat ini tidak lepas dari usaha ke­bi­ja­kan sebelumnya.

Indonesia telah me­lak­sa­na­kan kebijakan dan program re­volusi hijau dari tanah su­bur, yang menjadi sum­ber­da­ya paling berharga. Ke­bi­ja­kan harga, kebijakan pasokan dan stock, irigasi, teknologi, kre­dit, dan lainnya dilak­sa­nakan khusus untuk men­capai sasaran kebijakan swa­sem­bada pangan tersebut.

Kebijakan tersebut sejalan deng­an revolusi hijau yang berjalan waktu itu. Untuk lau­tan kita memerlukan re­vo­lusi biru dengan strategi induk, yang efektif.

***

Usaha yang sama semes­ti­nya dilakukan untuk sum­ber­daya alam yang jauh lebih po­ten­sial, yakni laut. Indonesia bisa melaksanakan kebijakan dan program revolusi biru atas sumberdaya alam yang besar dan potensial tersebut.

Subsektor perikanan me­ru­pakan sub sektor strategis ka­rena terkait dan menyangkut ha­jat hidup orang banyak. Sumberdaya alam ini digeluti oleh sejumlah besar pen­duduk Indonesia, terutama ma­syarakat pan­tai dan pe­sisir.

Potensi ke­lau­tan yang di­mi­liki Indonesia ini sangat besar dan belum di­eksplo­rasi se­cara ma­k­simal. In­dustri per­ikanan di In­do­nesia me­ru­pakan industri yang padat kar­ya di­mana dapat me­nyerap te­na­ga ker­ja dalam jum­lah yang ba­nyak. Ji­ka ke­bi­jakan un­tuk sek­tor ini di­lak­sanakan, ma­ka manfaat pu­bliknya sangat luas.

Industri pe­r­ika­nan berkaitan dengan pertahanan dan ke­ama­nan nasional. Dimensi ini merupakan hal yang mem­perkuat, mengapa diperlukan kebijakan yang kuat untuk lautan kita.

Industri ini merupakan in­dustri penghasil devisa ka­rena ikan merupakan ko­mo­ditas ekspor dan bahan ba­kunya 100 persen dari dalam ne­geri. Karena kekhasan pro­duknya, maka ada ke­ung­gu­lan komparatif mutlak atas komoditi ini. RM

http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=33818