Ruko Penuhi Tepian Cibalok

Bogor, Kompas – Setelah Sempat dilarang, disegel, dan dibongkar lima tahun lalu, saat ini— seperti terpantau pada Selasa (6/3)—ratusan rumah toko berdiri di bantaran Sungai Cibalok di ruas Jalan Raya Tajur-Wangun, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sekitar empat kilometer di sepanjang jalan dari Wangun menuju Tajur, puluhan rumah toko (ruko) baru berdiri. Proyek pembangunan pun terus berlangsung. Berbagai jenis usaha, seperti jual-beli mobil, dan bengkel, berkembang di tebing sungai yang tingginya 5 meter hingga 10 meter. Padahal, di seberang dan sekitar ruko, arus air menggerus dan meruntuhkan tepian. Salah satunya di dekat pabrik Unitex.

Lima tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor gencar memberikan teguran, penyegelan, bahkan pembongkaran sejumlah bangunan liar di daerah Tajur (Kompas, 16 Juli 2002).

Tidak ada pelanggaran

Kepada Dinas Tata Kota Bogor Yusman Yopie mengatakan, tidak benar ada larangan pembangunan ruko di kawasan itu. “Mereka membangun sudah sesuai dengan aturan dan prosedur, tak ada pelanggaran,” ujarnya.

Seorang pemilik ruko yang dihubungi mengatakan, status tanah yang dibangun ruko adalah sertifikat hak milik. Harga jual untuk ruko tiga lantai ukuran 5 meter x 13 meter itu Rp 900 juta. Bangunan itu dijamin kuat dari resapan arus air Sungai Cibalok karena fondasinya kukuh.

Pemerhati lingkungan, Erwinsyah, menyebutkan, sekuat apa pun fondasi yang dibangun di tebing sungai tidak akan mampu melawan kekuatan alam. “Manusialah yang harus menyesuaikan diri dengan alam. Bukan sebaliknya, alam dipaksa menyesuaikan diri dengan kemauan manusia,” ujarnya. (ong)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/07/metro/3364716.htm