Butuh Dana Miliaran Rupiah; Untuk Air Kran Siap Minum

TANGERANG- Tampaknya, masih butuh waktu panjang untuk bisa mengonsumsi air bersih langsung dari kran. Pengelola air bersih di Tangerang pun mengaku tidak siap untuk itu. Bahkan, pengelola air di sejumlah perumahan elite seperti BSD City dan Bintaro Jaya menyatakan belum mampu.

“Wah, dananya bisa mencapai miliaran rupiah. Sebab, semua jaringan dan instalasi air mulai dari reservoir sampai ke rumah pelanggan harus dirombak. Pembongkaran itu juga dilakukan terhadap jaringan pipa di rumah pelanggan,” kata Kasub Departemen Pengolahan Air BSD, Arina Kartika Sari.

Sebagai contohnya, kata dia, semua jaringan pipa yang saat ini terbuat dari besi harus diganti semua. Sedangkan untuk standar layak minum, pipa yang digunakan jenis poly vinil chloride (PVC). “Jenis pipa PVC anti karat dan aman jika untuk aliran air minum langsung konsumsi,” urainya.

Tak hanya itu, instalasi pipa ke pelanggan pun harus benar-benar diperhatikan. Misalnya, pipa yang ditanam mencapai kedalaman 60 centimeter hingga 1 meter, ukuran besar diameter 2 hingga 14 inci, dan pipa yang dipakai di dalam rumah berukuran diameter ¾ inci. “Perombakan tidak hanya dilakukan satu unit instalasi, tetapi harus menyeluruh,” tandasnya.

Saat ini, kata Arina, BSD City memiliki enam unit penampung air (reservoir unit) yang dibangun pada 1989. Lokasinya tersebar di sektor 1.5, 2, 4, 11 dan 12. Sumber air yang berasal dari PDAM Tirta Cisadane Tangerang itu diolah sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Sementara, pihak pengembang PT Jaya Real Property (JRP) Tbk Bintaro Jaya, Pondok Aren, Kabupaten Tangerang, Banten tidak muluk-muluk dalam menyediaan air bersih. Para penghuni kompleks mulai sektor 1 hingga 9 tetap terjamin mendapat air bersih.

Kendati demikian air bersih tersebut belum bisa langsung dikonsumsi. Pertimbangan biaya mahal menjadi patokan utama dalam penyediaan air yang langsung bisa diminum. Selain itu, ketersediaan alat canggih dalam pengelolaan air siap konsumsi itu harus didatangkan dari luar negeri. Ditambah lagi belum adanya kontraktor yang menyediakan atapun menawarkan pengelolaan air yang siap untuk dikonsumsi.

“Kalau ada kontraktor yang menawarkan pengelolaan air semacam itu kami siap. Cuma hingga sekarang belum ada,” ujar Nurman Asmara, humas PT JRP Tbk, kemarin. (far)

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=275693