Pemerintah Bentuk Tim Nasional Atasi Banjir

[JAKARTA] Pemerintah akan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk penanggulangan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Tim itu nantinya berasal dari lintas departemen dan pemerintah daerah tiga provinsi.

Inpres itu sedang disiapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat. Demikian Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto kepada wartawan di kantor Wakil Presiden (Wapres) Jakarta, Senin (12/3), setelah rapat koordinasi dengan sejumlah menteri yang dipimpin Wapres Muhammad Jusuf Kalla.

Djoko menjelaskan, Inpres itu nanti isinya adalah instruksi kepada Menteri PU, Menteri Kehutanan, Menteri Keuangan, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten untuk melakukan tugas masing-masing dalam mengatasi banjir di wilayah Jabodetabek. Tiap departemen dan pemerintah daerah itu mempunyai tugas masing-masing.

Contohnya, kata Djoko, penghutanan kembali di daerah hulu akan dilakukan oleh Depertemen Kehutanan. Sementara Departemen Keuangan, dan Bappenas akan menghitung anggaran yang dibutuhkan, untuk kemudian diajukan ke DPR. Selain itu, setiap departemen dan pemerintah daerah juga harus membentuk satuan kerja masing-masing.

Terkait dengan anggaran, Djoko menambahkan, untuk mengatasi banjir di wilayah Jabodetabok dibutuhkan dana sebesar Rp 9,5 triliun, yang berasal dari pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Dana yang dianggarkan hingga 2009 itu akan dipakai untuk pembangunan Kanal Banjir Timur, Kanal Banjir Barat, pembangunan polder-polder, pembangunan situ-situ, pompa-pompa air, termasuk mengganti pompa-pompa air yang sudah rusak

Diperinci, pembangunan Kanal Banjir Timur sepanjang 23,5 kilometer hingga selesai, akan menelan biaya Rp 1,6 triliun. Yang sudah selesai dibangun baru 7,7 kilometer dan yang direcanakan selesai tahun ini sepanjang 9 kilometer, sehingga total yang sudah dibangun baru 16,7 kilometer.

Tahun ini, dana yang dibutuhkan untuk itu Rp 364 miliar. Sedangkan sisanya akan dibangun pada 2008 dan diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,1 triliun. Diharapkan pembangunan Kanal banjir Timur dan Kanal banjir Barat akan selesai 2009. [A-21]
———————
Last modified: 13/3/07
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/03/13/Jabotabe/jab02.htm