Proyek Vital Bakal Terbengkalai
Minggu 11 Maret 2007, Jam: 21:54:00

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah proyek vital di Jakarta terancam terbengkalai seperti pembangunan tiga koridor busway (VIII, IX dan X), angkutan sungai, Banjir Kanal Timur (BKT), pembangunan rumah susun dan lainnya.

Penyebab utama adalah kelambatan pencairan APBD DKI Jakarta tahun 2007. Dalam APBD sebesar Rp 20,4 trilyun tersebut terdapat pembiayaan ratusan proyek penting bagi masyarakat.

“Mestinya ini tidak perlu terjadi bila DPRD dan eksekutif sejak awal merancang pembiayaan proyek dengan baik. Setidaknya harus masuk akal,” kata Azaz Tigor Nainggolan, Ketua Forum Warga Kota Jakarta, Minggu (11/3).

Menurut Azaz Tigor, kelambatan pencairan APBD tidak hanya saat ini saja. Hal serupa terjadi pada tahun lalu. Pada tahun 2006, APBD baru bisa cair sekitar Juni, dan proyeknya bisa berjalan sekitar September.

Akibat kelambatan, tidak saja mengganggu jadual penyelesaian pembangunan, tetapi menjadikan dana yang sudah dianggarkan menjadi mubazir. ”Sebab banyak yang tidak terserap,” katanya.
Kini pembahasan APBD masih di DPRD DKI Jakarta. APBD tersebut dikembalikan Mendagri dengan mencoret sejumlah proyek.

SUDAH MENDUGA
Amir Hamzah, ketua Metropolitan Cabin Wacth Empowerman (McWE) sudah menduga sejak awal bahwa APBD tersebut bakal ditolak Mendagri. “Saya sudah perkirakan sejak awal ini bakal terjadi,” katanya.

Amir menyebutkan jumlah APBD yang setujui DPRD melebihi jumlah yang diusulkan eksekutif. Gubernur DKI Jakarta mengusulkan jumlah APBD sebesar Rp 20,4 trilyun. Namun setelah dibahas DPRD membengkak menjadi Rp 21,5 trilyun. “Wajar Mendagri menolak karena tidak sesuai dengan usulan eksekutif. Sebab yang paling mengerti kebutuhan adalah eksekutif, bukan dewan. Kini oleh Mendagri jumlah APBD dikembalikan sesuai dengan usulan eksekutif yakni Rp 20,4 trilyun,”katanya.

Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan APBD yang akan digunakan tetap sesuai dengan persetujuan Mendagri. “Kita akan pakai APBD yang disetujui Mendagri. Mudah-mudahan dewan segera menyelesaikan pembahasan sehingga APBD bisa segera cair dan pembangunan dilanjutkan,” katanya.

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=30666&ik=3