10 Ketua Dekel Nyaris Tertipu Ketua BPM Palsu

Jakarta, Kompas – Lebih dari 10 Ketua Dewan Kelurahan di Jakarta Pusat nyaris menjadi korban penipuan berkaitan dengan pencairan dana Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan atau PPMK guna pemulihan lingkungan pascabanjir.

“Beberapa ketua dewan kelurahan (dekel) mendatangi saya dan menanyakan kebenaran prosedur pembayaran Rp 10 juta-Rp 30 juta untuk mencairkan dana PPMK Rp 1 miliar per kelurahan. Itu tidak benar dan saya harap setiap dekel kini lebih berhati-hati,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Jakarta Pusat Syrus Siregar, Senin (12/3).

Senin kemarin, Kepala BPM Jakarta Pusat ini menerima keluhan dari 10 ketua dekel, antara lain dari Kelurahan Duri Pulo, Paseban, Kebon Kosong, Kwitang, Petojo Utara, Bendungan Hilir, Serdang, dan Harapan Mulya, yang sejak beberapa hari terakhir mengaku dihubungi oknum yang mengaku Syrus Siregar.

Penelepon yang menggunakan nomor 081519369xxx ini meminta para ketua dekel segera mentransfer uang sedikitnya senilai Rp 10 juta ke rekening di salah satu bank swasta atas nama Andri Ardiansah. Jika uang telah ditransfer, pencairan dana PPMK akan lebih mudah. Para ketua dekel mengaku keberatan dengan permintaan sejumlah uang itu. Mereka bahkan sudah mengajukan penawaran kepada si penelepon dan sudah disetujui.

Saat hendak mentransfer uang pelicin yang diminta, beberapa ketua dekel berinisiatif menemui Syrus Siregar secara langsung untuk memperjelas proses pencairan dana PPMK setelah penyetoran uang pelicin. Namun, Syrus Siregar menolak bertindak demikian.

Para ketua dekel makin sadar nyaris tertipu ketika Entin, Ketua Dekel Serdang, Kecamatan Kemayoran, tiba-tiba mendapat telepon dari orang yang mengaku sebagai Syrus Siregar. Padahal, pada saat yang bersamaan, Entin dan para ketua dekel bertatapan langsung dengan Ketua BPM Jakarta Pusat.

Belum paham

Syrus Siregar mengatakan, penipuan ini harus diwaspadai. Namun, hal ini juga makin menyadarkan bahwa belum semua dekel memahami proses pencairan dana PPMK.

Sampai saat ini baru tiga dari 44 kelurahan di Jakarta Pusat yang telah menerima pencairan dana PPMK.

Puluhan kelurahan lain, kesulitan menyatukan suara hasil musyawarah bersama antara tokoh masyarakat dan dekel untuk merumuskan daftar usulan kegiatan. Padahal, warga korban banjir membutuhkan bantuan dana segar secepatnya.

Baru tujuh kelurahan

Sementara itu di Jakarta Barat, hingga sekarang belum semua kelurahan telah menerima dana PPMK.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Jakarta Barat, Siti Subekhi, sampai dengan Senin kemarin, dari 56 kelurahan, baru tujuh kelurahan di wilayahnya yang sudah menyerahkan proposal dan menerima dana bantuan banjir dari pemerintah provinsi, masing-masing sebesar Rp 1 miliar.

Ketujuh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Kebon Jeruk, Tegal Alur, Taman Sari, Kelapa Dua, Kemanggisan, Duri Kosambi, dan Duri Selatan. (nel/win)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/13/metro/3378192.htm